Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB
Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas
Ilustarsi dampak keputusan MSCI terhadap kondisi pasar modal Indonesia. [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
baca 10 detik
  • Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi menyatakan dampak pembekuan MSCI terhadap pasar modal Indonesia berpotensi semakin terbatas.
  • OJK menilai saham Indonesia dalam indeks MSCI memiliki kapitalisasi besar, fundamental baik, serta likuiditas yang terjaga.
  • OJK menegaskan menghormati independensi MSCI dalam menentukan komposisi dan kebijakan indeks tanpa melakukan intervensi apa pun.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dampak pembekuan atau freeze oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), terhadap pasar modal Indonesia berpotensi semakin terbatas.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, ruang bagi saham-saham yang saat ini berada dalam indeks untuk keluar dari indeks tersebut dinilai lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, OJK berharap dampak terhadap pasar modal Indonesia, apa pun keputusan MSCI ke depan, dapat lebih terbatas dibandingkan periode awal ketika isu tersebut mencuat.

“Rasanya ruang untuk keluarnya saham-saham itu di dalam indeks menjadi jauh lebih terbatas dibanding sebelumnya. Jadi mudah-mudahan apa pun yang terjadi, dampaknya nanti ke pasar kita sudah sangat terbatas dibanding mungkin periode awal perhitungan pada saat awal concern ini terjadi di awal-awal tahun dan pertengahan tahun kemarin,” tutur Hasan  di Jakarta Selatan, Kamis (9/10/2026).

Kata dia, jika ada pembekuan kembali maka akan  berdampak terhadap pasar. Lantaran,  saham-saham baru belum dapat masuk ke dalam indeks yang dikelola penyedia indeks global.

“Untuk yang freeze, tentu secara umum ini di satu sisi akan memengaruhi pasar kita karena pembekuan itu berarti belum adanya saham-saham baru yang boleh masuk menjadi penghuni baru indeks-indeks provider global dimaksud,” bebernya.

Dia menilai, kondisi tersebut tidak serta-merta memberikan tekanan besar terhadap pasar modal Indonesia. 

Menurut dia, saham-saham Indonesia yang saat ini masih menjadi anggota indeks MSCI merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar besar, fundamental yang cukup baik, serta likuiditas yang terjaga.

“Kalau bicara indeks provider utama MSCI, saham-saham yang masih ada di dalam anggota indeks mereka kalau kita lihat sudah saham-saham yang masuk dalam kategori kapitalisasi pasarnya besar, fundamentalnya juga bisa dinyatakan cukup baik dan likuiditasnya terjaga,” ujarnya.

baca juga

Dia menambahkan , OJK menghormati independensi MSCI dalam menentukan komposisi maupun kebijakan indeksnya.

Sebab, regulator tidak memiliki kepentingan untuk melakukan intervensi terhadap keputusan analis penyedia indeks. 

Hal tersebut juga berlaku terhadap keputusan yang dibuat oleh analis di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menentukan komposisi indeks bursa.

“Secara umum tentu kita memahami ada independensi dari para analis semua indeks provider. Termasuk di bursa sendiri pun kalau teman-teman perhatikan, OJK tidak akan pernah mengintervensi, misalnya keputusan analis bursa efek dalam menentukan komposisi konstituen indeks bursa efek,” jelas Hasan.

Karena itu, OJK juga tidak akan berupaya memengaruhi objektivitas maupun independensi analis penyedia indeks global, termasuk MSCI.

“Artinya tidak ada upaya apa pun untuk kita sampai memengaruhi objektivitas dan independensi dari para analis indeks provider, termasuk indeks provider global,” ujarnya.

Namun, Hasan berharap seluruh penyedia indeks tetap menjalankan penilaian secara objektif berdasarkan kriteria dan metodologi yang telah ditetapkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. [Suara.com/Rina Anggraeni].
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. [Suara.com/Rina Anggraeni].

Dia menekankan, transparansi dan objektivitas penting karena keputusan penyedia indeks dapat menjadi salah satu acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

“Lakukan ini secara objektif sesuai kriteria yang mereka berlakukan karena mereka punya rulebook untuk keputusan dilakukannya freeze terhadap pasar tertentu, masuk dalam watch list, kemudian masuk dalam aksesibilitas penilaian akses pasar tertentu. Semuanya sebetulnya metodologi dan transparansi kriterianya ada dan tersedia,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Tak Henti-hentinya Main Judol, Rekening Bank Terus Diblokir

Masyarakat Tak Henti-hentinya Main Judol, Rekening Bank Terus Diblokir

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:19 WIB

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

OJK Denda 136 Pihak Sebesar Rp112,79 Miliar, Ada Apa dengan Pasar Modal RI?

OJK Denda 136 Pihak Sebesar Rp112,79 Miliar, Ada Apa dengan Pasar Modal RI?

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Investor Asing Tarik Rp10,24 Triliun di September, IHSG Ambruk Nyaris 7 Persen

Investor Asing Tarik Rp10,24 Triliun di September, IHSG Ambruk Nyaris 7 Persen

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:32 WIB

IHSG Menghijau pada Pembukaan Senin, Pantau ENRG

IHSG Menghijau pada Pembukaan Senin, Pantau ENRG

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak

Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:45 WIB

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

×