Rupiah Menguat ke Rp17.899/US$, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Penopang

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:50 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.899/US$, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Penopang
Petugas melayani penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 16 poin ke Rp17.899 per dolar AS.
  • Pelemahan dolar, turunnya harga minyak, dan imbal hasil US Treasury menopang rupiah.
  • Investor menanti data inflasi AS pekan depan di tengah risiko global.

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/10/2026). Penguatan mata uang Garuda ditopang pelemahan dolar AS, penurunan harga minyak dunia, hingga turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.899 per dolar AS, menguat 16 poin atau 0,09% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.915 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penurunan harga minyak mentah dunia turut menekan dolar AS. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun setelah lelang surat utang tenor 30 tahun mencatat permintaan yang kuat.

“Rupiah ditutup menguat ke level 17.899 per dolar AS, didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia, pelemahan dolar AS sendiri dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah lelang obligasi tenor 30 tahun mencatat permintaan yang kuat,” kata Lukman kepada Suara.com.

Dari dalam negeri, pertumbuhan penjualan ritel Indonesia yang mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir turut menopang rupiah.

Meski demikian, prospek rupiah masih dibayangi ketidakpastian global. Investor akan mencermati pergerakan harga minyak dunia dan imbal hasil obligasi yang belakangan meningkat tinggi.

Pekan depan, perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis data inflasi AS, yakni Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Kedua indikator tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter AS dan pergerakan dolar.

Di kawasan Asia, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS, yakni 0,38%. Disusul yuan China yang menguat 0,14%, serta peso Filipina dan ringgit Malaysia yang masing-masing naik 0,11%.

Dolar Singapura menguat 0,1%, sedangkan rupee India dan dolar Taiwan masing-masing naik 0,04%. Dolar Hong Kong juga menguat tipis 0,005%.

baca juga

Sebaliknya, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,28%, diikuti won Korea Selatan yang melemah 0,13% terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Dolar Menguat, Harga Komponen Naik, Pendapatan IOTF Tetap Tumbuh 16%

Dolar Menguat, Harga Komponen Naik, Pendapatan IOTF Tetap Tumbuh 16%

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Terkini

BRI Gratiskan CIcilan 1 Bulan dan Diskon Hingga Rp3 Juta untuk Pembelian iPhone 18

BRI Gratiskan CIcilan 1 Bulan dan Diskon Hingga Rp3 Juta untuk Pembelian iPhone 18

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Penyimpanan Energi Baterai Kini Andalkan Sistem Pendingin Baru Cegah Overhead

Penyimpanan Energi Baterai Kini Andalkan Sistem Pendingin Baru Cegah Overhead

Otomotif | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Raup Cuap Rp2,4 T Hingga September, Bulog Mau Bangun Pabrik Karung Plastik

Raup Cuap Rp2,4 T Hingga September, Bulog Mau Bangun Pabrik Karung Plastik

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Daftar Angka Hoki Shio untuk Nomor HP dan Rekening

Daftar Angka Hoki Shio untuk Nomor HP dan Rekening

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kontrakan Rp15 Ribu Sehari di Kampung Bali, Sudah Termasuk Air dan Listrik

Kontrakan Rp15 Ribu Sehari di Kampung Bali, Sudah Termasuk Air dan Listrik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Keluarga Korban Geng Motor di Makassar Murka, Sebut Pernyataan Polrestabes 'Piti Kana-kanae'

Keluarga Korban Geng Motor di Makassar Murka, Sebut Pernyataan Polrestabes 'Piti Kana-kanae'

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh

Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Nyawa Baru di Balik 'Risalah Hati' Yura yang Bikin Pendengar Ikut Galau

Nyawa Baru di Balik 'Risalah Hati' Yura yang Bikin Pendengar Ikut Galau

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz

Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:16 WIB

×