- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2026 mengganggu operasional penerbangan nasional.
- Sebanyak delapan bandara termasuk Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik yang membahayakan penerbangan.
- Pemerintah bersama pemangku kepentingan berhasil menangani sekitar 300 ribu penumpang terdampak melalui koordinasi tanggap darurat yang terpadu.
"Bayangkan kalau di kondisi seperti ini kami regulator hanya bekerja sendiri, oh sudah ampun. Mungkin masyarakat sudah banyak komplain, ngeluh, dan lain sebagainya," katanya di Bandung, Jumat (2/10).

Kesiapsiagaan Transportasi Perlu Diperkuat
Bagi Dudy, pengalaman menghadapi erupsi GAK harus menjadi dasar untuk menyempurnakan prosedur tanggap darurat. Setiap pihak perlu memahami perannya agar respons terhadap gangguan besar dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Sinergi regulator, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, dan maskapai juga diperlukan untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan.
Pemerintah berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat ketahanan transportasi nasional dalam menghadapi bencana maupun keadaan darurat lain yang berpotensi mengganggu operasional dan pelayanan publik.