Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:49 WIB
Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM
Ilustrasi. Rencana penerapan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 menuai kritik dari ekonom. Foto ist.
baca 10 detik
  • CELIOS menilai kewajiban sertifikasi halal perlu dievaluasi agar tidak membebani UMKM.
  • CORE mengusulkan pengawasan halal selektif berdasarkan tingkat risiko produk.
  • Kapasitas penerbitan sertifikat dinilai belum sebanding dengan kebutuhan regulasi.

Suara.com - Rencana penerapan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 menuai kritik dari ekonom. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah biaya dan beban administrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah tekanan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai pemerintah perlu mengevaluasi secara mendasar kewajiban sertifikasi halal yang berlaku luas. Menurutnya, tidak semua produk UMKM harus melalui proses sertifikasi yang sama, terutama produk sederhana dengan bahan baku yang jelas.

“Tidak semua UMKM perlu untuk ikut sertifikasi halal produknya. Dengan mayoritas penduduk Muslim, saya rasa akan mudah menemukan makanan yang halal di Indonesia. Justru yang harus mengurus ‘tanda’ adalah makanan yang nonhalal,” kata Nailul.

Ia menilai kewajiban sertifikasi universal berpotensi membebani usaha kecil yang memiliki keterbatasan modal dan sumber daya. Karena itu, ia mengusulkan penandaan produk nonhalal serta pengelompokan produk berdasarkan karakteristik dan tingkat risiko kehalalannya.

Sementara itu, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi Manilet berpandangan bahwa persoalan utama bukan terletak pada tujuan kebijakan wajib halal, melainkan desain pelaksanaan dan penegakan aturannya.

“Kekhawatiran pelaku UMKM beralasan. Namun, persoalannya bukan pada tujuan kebijakan wajib halal, melainkan pada desain pelaksanaan dan cara penegakan aturannya,” ujar Yusuf.

Menurutnya, sertifikasi halal berfungsi memberikan kepastian informasi kepada konsumen. Karena itu, produk nonhalal tetap dapat diperdagangkan sepanjang memenuhi ketentuan dan memberikan keterangan yang jelas.

Yusuf mengusulkan pengawasan selektif berbasis risiko. Produk daging dan turunannya, gelatin, enzim, perisa, serta bahan olahan impor perlu mendapat pengawasan lebih ketat karena memiliki titik kritis kehalalan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, produk sederhana berbahan nabati dengan bahan baku yang telah tersertifikasi dapat menjalani mekanisme pengawasan lebih ringan sesuai persyaratan yang berlaku.

baca juga

Beban UMKM juga tidak sebatas biaya sertifikasi. Pelaku usaha perlu menyiapkan Nomor Induk Berusaha (NIB), mendokumentasikan bahan baku, mengurus administrasi, hingga menyesuaikan pemasok dan peralatan produksi.

Yusuf turut menyoroti kesenjangan kapasitas penerbitan sertifikat. Pada 2024, kebutuhan penerbitan untuk mengejar target diperkirakan mencapai sekitar 102.000 sertifikat per hari, sedangkan kemampuan rata-rata penerbitan saat itu hanya sekitar 2.678 sertifikat per hari.

Ia menilai target regulasi harus disesuaikan dengan kemampuan lembaga pelaksana. Penegakan sanksi pun sebaiknya dilakukan bertahap, dengan mempertimbangkan tingkat risiko produk dan kesiapan pelaku usaha.

Kedua ekonom sepakat bahwa pemerintah perlu membedakan karakteristik produk dan kemampuan usaha. Namun, Nailul mendorong evaluasi mendasar terhadap kewajiban sertifikasi, sedangkan Yusuf menekankan perbaikan implementasi dan pengawasan berbasis risiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Prabowo 2 Vs Gibran 0 untuk Berlaga di Pilpres 2029

Prabowo 2 Vs Gibran 0 untuk Berlaga di Pilpres 2029

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Terkini

Toyota Pamerkan Lini Ikonik AE86 Hingga Lini Gazoo Racing

Toyota Pamerkan Lini Ikonik AE86 Hingga Lini Gazoo Racing

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Pernah Jadi Cawapres Pilpres 2024, Kenapa Mahfud MD Tak Ikut Gugat Ijazah Gibran?

Pernah Jadi Cawapres Pilpres 2024, Kenapa Mahfud MD Tak Ikut Gugat Ijazah Gibran?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Viral! Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota dengan Dulang 229 Suara, Kok Bisa?

Viral! Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota dengan Dulang 229 Suara, Kok Bisa?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Viral! WNA Rusia Diduga Lontarkan Ucapan Rasis ke Warga Bali: Kalian Kulit Cokelat Hidup dari Kami

Viral! WNA Rusia Diduga Lontarkan Ucapan Rasis ke Warga Bali: Kalian Kulit Cokelat Hidup dari Kami

Entertainment | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Bus Persib EPA U-18 Diserang Gerombolan OTK, Viking Persib Club: Ini Kejahatan, Bukan Rivalitas!

Bus Persib EPA U-18 Diserang Gerombolan OTK, Viking Persib Club: Ini Kejahatan, Bukan Rivalitas!

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam

21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam

Batam | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Mencekam! Bus Pemain Muda Persib Bandung Dirusak, Koper Pemain Dijarah Hingga Ofisial Dianiaya

Mencekam! Bus Pemain Muda Persib Bandung Dirusak, Koper Pemain Dijarah Hingga Ofisial Dianiaya

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!

Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:30 WIB

8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?

8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:29 WIB

×