Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:26 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak
Rasio pajak Indonesia yang tak kunjung menembus 10%, beban bunga utang yang terus menggerus penerimaan negara, hingga tingginya pengangguran usia muda menjadi sejumlah persoalan struktural ekonomi yang disorot dalam laporan CELIOS mengenai rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Rasio pajak ditargetkan 9,26% pada 2027; CELIOS usul pajak ultra-kaya Rp142,2 triliun.
  • Beban bunga utang Rp599,4 triliun dinilai menekan ruang fiskal dan belanja pembangunan.
  • Sebanyak 51,5% pengangguran Indonesia berasal dari kelompok usia 15–24 tahun menurut BPS 2025.

Suara.com - Rasio pajak Indonesia yang tak kunjung menembus 10%, beban bunga utang yang terus menggerus penerimaan negara, hingga tingginya pengangguran usia muda menjadi sejumlah persoalan struktural ekonomi yang disorot dalam laporan CELIOS mengenai rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam laporan tersebut, CELIOS mendorong pemerintah mencari sumber penerimaan baru tanpa menambah beban pajak masyarakat kelas menengah ke bawah. Salah satu usulan yang disoroti adalah penerapan pajak kekayaan bagi kelompok ultra-kaya.

Berdasarkan Nota Keuangan APBN 2026, rasio pajak Indonesia tidak pernah mencapai 10% dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, target rasio pajak dalam APBN 2027 dipatok sebesar 9,26%.

CELIOS mengusulkan pajak kekayaan sebesar 1%-2% bagi individu dengan kekayaan bersih di atas Rp84 miliar. Skema tersebut diklaim berpotensi menambah penerimaan negara hingga Rp142,2 triliun per tahun.

Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto dan 26 Wantimpres. [Suara.com/Syahda]
Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto dan 26 Wantimpres. [Suara.com/Syahda]

Pajak kekayaan berbeda dengan pajak penghasilan karena pengenaannya didasarkan pada nilai aset bersih setelah dikurangi kewajiban, bukan semata-mata penghasilan yang diterima dalam periode tertentu.

CELIOS menilai kelompok ultra-kaya layak menjadi sasaran kebijakan tersebut karena dinilai menikmati porsi manfaat ekonomi yang besar dari pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. Dalam laporan Ketimpangan 2026, CELIOS menyebut 58% kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia berasal dari aktivitas ekstraksi sumber daya alam.

Menurut CELIOS, pajak kekayaan bukan dimaksudkan untuk menghukum keberhasilan ekonomi, melainkan memperbesar kontribusi fiskal kelompok yang menikmati manfaat ekonomi paling besar.

Beban Bunga Utang Tembus Rp599,4 Triliun

Selain penerimaan pajak, CELIOS menyoroti beban utang pemerintah yang dinilai membatasi ruang fiskal. Laporan tersebut mencatat rasio pembayaran bunga utang terhadap penerimaan pajak mencapai 24%.

baca juga

Beban bunga utang sebesar Rp599,4 triliun juga disebut jauh melampaui anggaran kesehatan sebesar Rp247,3 triliun. Kondisi ini dinilai mempersempit ruang pemerintah untuk membiayai kebutuhan pembangunan lainnya.

CELIOS mengusulkan sejumlah langkah untuk mengurangi tekanan utang, mulai dari mengevaluasi belanja program yang dinilai tidak mendesak dan boros, hingga menjajaki negosiasi dengan kreditur melalui penghapusan sebagian bunga atau pokok utang (debt cancellation).

Opsi lainnya adalah debt swap, yakni pertukaran kewajiban utang dengan pembiayaan program tertentu, seperti restorasi hutan.

Laporan tersebut juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai perlu dievaluasi dari sisi efisiensi anggaran dan dampaknya terhadap usaha rakyat.

Di sisi lain, CELIOS mengingatkan bahwa orientasi pembangunan yang terlalu bertumpu pada ekspansi ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam berpotensi menimbulkan kerugian ekologis sekaligus membebani anggaran negara.

Studi CELIOS pada 2026 memperkirakan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai Rp123,1 triliun. Sementara itu, kerugian akibat banjir di Sumatera diperkirakan sebesar Rp68,6 triliun.

Karena itu, CELIOS mendorong perubahan arah pembangunan menuju model ekonomi restoratif dan regeneratif, termasuk mempertimbangkan konsep Doughnut Economy yang memperhitungkan batas ekologis dalam perumusan kebijakan.

Pengangguran Muda dan Upah Rendah

Persoalan lain yang disorot adalah terbatasnya kesempatan kerja berkualitas bagi generasi muda. Data BPS 2025 yang dikutip CELIOS menunjukkan 51,5% pengangguran di Indonesia berasal dari kelompok usia 15-24 tahun.

CELIOS juga mengutip studinya pada 2026 yang memperkirakan sebanyak 109 juta orang Indonesia bekerja dengan upah di bawah upah minimum. Rata-rata generasi Z disebut harus menunggu hingga 12 bulan untuk mendapatkan panggilan kerja.

Menurut CELIOS, kondisi tersebut tidak cukup dijelaskan oleh ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri (skill mismatch). Persoalan struktural seperti nepotisme, penggunaan jalur orang dalam, diskriminasi usia, dan lemahnya sistem berbasis merit dalam perekrutan juga perlu dibenahi.

CELIOS mendorong penerapan sistem rekrutmen berbasis kompetensi di instansi pemerintah pusat dan daerah, serta badan usaha milik negara (BUMN), termasuk Danantara.

Pemulihan industrialisasi juga dinilai penting, terutama melalui pengembangan industri padat karya yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Pengembangan industri menengah (midstream) dan hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih besar disebut perlu diperkuat agar manfaat investasi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor padat modal.

Selain itu, CELIOS mendorong pengembangan energi terbarukan yang melibatkan industri dalam negeri dan komunitas lokal. Pemerintah juga diminta memastikan program pembangunan berskala besar tidak justru menekan usaha rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Terkini

Urutan Pemakaian Moisturizer Viva dan Sunscreen Pagi Hari, Kulit Lembap dan Terlindungi

Urutan Pemakaian Moisturizer Viva dan Sunscreen Pagi Hari, Kulit Lembap dan Terlindungi

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Dedengkot Jakmania Geram Suporter Serang Bus Pemain EPA Persib Bandung U-18: Gobl*k!

Dedengkot Jakmania Geram Suporter Serang Bus Pemain EPA Persib Bandung U-18: Gobl*k!

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:21 WIB

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:16 WIB

7 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Lebar, Empuk dan Melar Anti Kesempitan

7 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Lebar, Empuk dan Melar Anti Kesempitan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Harga Cabai Rawit Hijau Meroket 63%, Cabai Merah Tembus Rp132 Ribu/Kg

Harga Cabai Rawit Hijau Meroket 63%, Cabai Merah Tembus Rp132 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Pramono Murka Petugas Satpol PP Diserang di Kebayoran Baru: Jangan Kalah sama Preman!

Pramono Murka Petugas Satpol PP Diserang di Kebayoran Baru: Jangan Kalah sama Preman!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi

Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:03 WIB

×