- Amanda Brownies dan Suweger memanfaatkan platform TikTok untuk memperluas jangkauan pasar kepada generasi muda.
- Kedua merek kuliner lokal tersebut bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia pada tahun 2026.
- Strategi pemasaran digital tersebut berhasil meningkatkan penjualan voucher online serta jumlah kunjungan konsumen ke outlet.
Suara.com - Perubahan perilaku konsumen dalam mencari referensi makanan kini makin bergeser ke media sosial. Pelaku industri makanan dan minuman (FnB) lokal mulai memanfaatkan tren ini untuk memperluas jangkauan ke generasi muda.
Hal ini dilakukan oleh merek kuliner lokal Amandra Brownies dan Suweger. Keduanya memanfaatkan media sosial seperti TikTok lewat video singkat dan rekomendasi kreator.
Berawal dari usaha keluarga di Bandung pada 1999, Amanda Brownies kini memiliki 150 outlet yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Konsistensi tersebut membuat mereka terus hadir di meja keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Dulu ibu saya yang menyuguhkan Amanda untuk saya, sekarang saya yang membelikan untuk anak saya,” ujar Hilda Nathania selaku Manager Marketing Amanda Brownies, Selasa (13/10/2026).
Sejak 2020, Amanda aktif mengembangkan konten di TikTok, termasuk melalui kolaborasi dengan kreator makanan dan gaya hidup. Konten tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih muda, dengan pendekatan yang mengikuti kebiasaan mereka dalam mencari referensi makanan.
Berdasarkan data internal Amanda Brownies, hingga saat ini lebih dari 40.000 video organik yang dibuat pengguna telah menampilkan produknya, dengan total tayangan mencapai lebih dari 500 juta kali. Angka tersebut mencerminkan besarnya percakapan konsumen mengenai Amanda Brownies di TikTok.
Sejak bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia pada Juli 2026, Amanda Brownies memanfaatkan fitur penanda lokasi (tag location) untuk membantu konsumen menemukan outlet, sekaligus menyediakan voucher yang dapat ditukarkan dengan produk pilihan saat berkunjung.
Menurut Hilda, konsumen yang tertarik pada produk atau penawaran yang mereka lihat melalui konten terkadang datang ke outlet pada hari yang sama atau keesokan harinya. Selain mencoba produk yang ditawarkan melalui voucher, konsumen juga berkesempatan mengenal pilihan lain yang tersedia di outlet.
“Setelah bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia, kami melihat konsumen yang tertarik pada penawaran dalam konten kami, termasuk promo group-buy, biasanya datang ke outlet pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya. Kami tidak menyangka proses konversinya bisa seefisien dan secepat itu,” terang Hilda.
Berdasarkan data internal Amanda Brownies, penjualan voucher online meningkat lebih dari 80% pada dua bulan pertama setelah bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia, yakni Agustus–September 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan bisnis Amanda Brownies yang kini didukung sembilan pabrik dan lebih dari 2.000 karyawan di seluruh Indonesia.
Hal sama terjadi dengan Suweger. Merek asal Surabaya yang didirikan pada 2019 oleh tiga mahasiswa tingkat akhir ini awalnya ingin menghadirkan minuman segar dan terjangkau bagi sesama mahasiswa.
Dengan pilihan minuman berbasis teh, cokelat, dan susu, Suweger tumbuh dari satu outlet di Sukolilo menjadi sekitar 14 outlet di Surabaya dan Sidoarjo.
Sejak 2021, Suweger aktif di TikTok melalui konten komedi dan hiburan yang mendorong interaksi dengan pengikutnya. Seiring waktu, konten tidak hanya menjadi sarana untuk membangun kesadaran terhadap merek, tetapi juga sumber masukan untuk memahami produk dan format komunikasi yang menarik bagi konsumen.
“Melalui TikTok GO by Tokopedia, kami tidak hanya melihat apakah konten kami ramai atau banyak ditonton. Kami juga ingin tahu apakah setelah melihat konten, orang menjadi tertarik dengan produknya dan akhirnya mencoba," ujar Muhammad Ghiyats Humam selaku Chief Marketing Officer Suweger.
Pada 2026, Suweger mulai mengeksplorasi TikTok GO by Tokopedia melalui program afiliasi, flash sale, kolaborasi kreator, dan siaran LIVE. Pendekatan ini memperluas cara Suweger bekerja sama dengan kreator, yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara mandiri, termasuk dengan kreator berskala kecil atau kreator nano.
Konten di TikTok GO by Tokopedia menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Suweger sekaligus mengamati respons konsumen. Salah satu produk camilan yang masih dipantau perkembangannya telah terjual hampir 1.000 unit per pekan, menurut data Suweger.
Dari sisi bisnis, Suweger mencatat pertumbuhan penjualan voucher online hingga 20% selama Mei–September 2026². Ghiyats juga mengatakan TikTok GO by Tokopedia berkontribusi terhadap lebih dari 50% kunjungan langsung konsumen ke outletnya.
Dalam perjalanan tersebut, TikTok GO by Tokopedia, menjadi sarana bagi kedua pelaku F&B lokal ini untuk mendorong ketertarikan dari konten agar berlanjut menjadi pembelian dan kunjungan ke outlet.
Pengalaman keduanya menunjukkan bahwa mempertahankan karakter produk dapat berjalan beriringan dengan mencari cara baru untuk menjangkau konsumen. Konten digital tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami respons konsumen dan melihat peluang untuk mengembangkan bisnis.