- Akses pasar dan kemitraan menjadi kunci pertumbuhan UMKM. Nilai potensi dan kesepakatan bisnis B2B mencapai Rp3,55 miliar, menjadi kontributor terbesar dari total gabungan transaksi dan potensi bisnis sekitar Rp3,8 miliar.
- Produk lokal berpeluang menjangkau pasar lebih luas. Dua UMKM, yakni PT Kritebar Hage Makmur melalui produk Kripik HG dan PT Allisha melalui produk Allisha Sate Ambal, memiliki potensi ekspor.
- Tindak lanjut menentukan realisasi peluang bisnis. Nilai potensi dan kesepakatan belum tentu menjadi penjualan nyata.
Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan lebih dari sekadar ruang untuk memamerkan produk. Akses kepada calon pembeli, mitra usaha, dan jaringan bisnis menjadi faktor penting agar produk mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Peluang tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Pertamina SMEXPO Yogyakarta yang mencatat nilai gabungan transaksi, potensi, dan kesepakatan bisnis mencapai sekitar Rp3,8 miliar.
Berdasarkan rekapitulasi penyelenggaraan, nilai potensi dan kesepakatan bisnis business-to-business (B2B) mencapai Rp3.548.833.310. Sementara itu, transaksi ritel tercatat sebesar Rp129.335.400 dan transaksi layanan Bengkel Enduro sebesar Rp5.290.000.
Meski demikian, angka Rp3,8 miliar tersebut merupakan gabungan transaksi yang tercatat serta nilai potensi dan kesepakatan bisnis. Dengan demikian, tidak seluruhnya dapat diartikan sebagai penjualan yang telah terealisasi.
![Sejumlah pedagang UMKM yang hadir dalam pameran 'Jogja Food & Beverage Expo' di JEC, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Hiskia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/08/11187-pameran-umkm-jogja.jpg)
Besarnya nilai potensi dan kesepakatan B2B menunjukkan pentingnya mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan mitra usaha. Melalui pertemuan tersebut, pelaku usaha berpeluang membangun kerja sama yang dapat ditindaklanjuti setelah pameran berakhir.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan akses pasar dan kemitraan menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM.
"Capaian SMEXPO Yogyakarta sebesar Rp3,8 miliar menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang ketika mendapatkan akses pasar dan peluang kemitraan yang tepat," ujarnya seperti dikutip, Kamis (15/10/2026).
Peluang perluasan pasar juga terlihat dari keikutsertaan dua UMKM yang memiliki potensi ekspor, yakni PT Kritebar Hage Makmur melalui produk Kripik HG dan PT Allisha melalui produk Allisha Sate Ambal.
Kehadiran kedua pelaku usaha tersebut menunjukkan potensi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, peluang ekspor tetap membutuhkan kesiapan produk, pemenuhan standar pasar tujuan, serta tindak lanjut dengan calon pembeli.
Selain itu, sejumlah UMKM turut menghadirkan produk dengan karakteristik ramah lingkungan. Di antaranya Agromina Fiber, Djati Ecocraft, Sambeliler Bag, dan Valmai Mie Organik.
Keberagaman produk tersebut memperlihatkan upaya pelaku UMKM dalam mengembangkan nilai tambah dan menghadirkan produk yang relevan dengan perhatian pasar terhadap keberlanjutan.
Kegiatan ini juga melibatkan satu UMKM yang dimiliki penyandang disabilitas dan/atau memberdayakan penyandang disabilitas. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat.
Capaian nilai potensi dan kesepakatan bisnis belum menjadi akhir dari proses pengembangan UMKM. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang terbentuk dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama komersial yang benar-benar berjalan.
Pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk, meningkatkan daya saing, dan memenuhi kebutuhan calon pembeli. Di sisi lain, komunikasi serta tindak lanjut dengan calon mitra juga menjadi bagian penting untuk mengubah peluang bisnis menjadi transaksi nyata.
Dengan demikian, keberhasilan sebuah pameran UMKM tidak hanya diukur dari nilai transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari peluang kemitraan yang berlanjut setelah acara selesai.
Akses pasar, jaringan bisnis, inovasi produk, dan kesiapan pelaku usaha menjadi sejumlah faktor yang dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pasar serta membangun pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.