Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham
IHSG merosot tajam pada awal perdagangan Jumat gegara investor panik lakukan aksi jual imbas pengumuman MSCI. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • MSCI mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia menjadi pasar mandiri yang memicu kepanikan investor dan keanjlokan IHSG.
  • Usulan tersebut disebabkan oleh masalah transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi tinggi, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta lemahnya penegakan hukum pasar.
  • BEI, OJK, KSEI, dan pemerintah harus segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan investor internasional terhadap pasar modal.

Suara.com - Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pengumuman MSCI soal rencanan penurunan kasta pasar modal Indonesia membuat investor panik.

Sehingga, sentimen negatif pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka langsung anjlok drasti dan langsung terkenal trading halt.

"Perdagangan IHSG trading halt dipicu atas usulan downgrade status pasar Indonesia oleh MSCI (keputusan final sebelum akhir Juni 2027). Jadi, koreksi dari IHSG ini merupakan panic selling dari investor pasca adanya usulan dari MSCI," katanya saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/10/2026).

Dia menambahkan bahwa kemungkinan IHSG ambruk akan berlangsung lama. Sebab, pernyataan MSCI mengenai opsi untuk menurunkan status Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

IHSG ditutup melemah 94,42 poin atau 1,21 persen ke posisi 7.736,07 pada penutupan perdagangan Senin (1/9/2025). [Antara]
IHSG merosot tajam pada awal perdagangan Jumat gegara investor panik lakukan aksi jual imbas pengumuman MSCI.. [Antara]

"Untuk bangkit kemungkinannya masih kecil, karena IHSG juga masih berada di area downtrendnya," jelasnya.

Sementara, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji mengatakan MSCI menyoroti struktur kepemilikan saham yang belum transparan, konsentrasi kepemilikan yang tinggi, dugaan perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu pembentukan harga, serta belum terlihatnya bukti penegakan hukum yang memadai.

MSCI juga menilai bahwa reformasi yang telah diumumkan, seperti peningkatan keterbukaan pemegang saham dan rencana kenaikan minimum free float menjadi 15 persen, belum menunjukkan dampak yang konsisten dan signifikan di seluruh pasar. 

"Karena itu, MSCI memandang bahwa penurunan ke Frontier Market belum cukup merefleksikan tingkat persoalan yang ada, sehingga mengusulkan klasifikasi Standalone Market," katanya.

Dia menekankan bahwa opsi MSCI menunjukkan kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa reformasi pasar modal Indonesia selama ini belum cukup meyakinkan investor institusional global dari sisi implementasi dan hasil nyata.

baca juga

Adapun, upaya reformasi yang telah dilakukan gagal, tetapi pengumuman kebijakan dan perubahan regulasi saja tidak cukup untuk mempertahankan kepercayaan pasar. 

"Investor global membutuhkan bukti bahwa struktur kepemilikan semakin transparan, free float benar-benar mencerminkan saham yang tersedia untuk diperdagangkan, manipulasi pasar ditindak secara konsisten apabila terbukti, dan mekanisme pembentukan harga berlangsung secara wajar," katanya.

Dengan demikian, tantangan Indonesia saat ini adalah mempersempit kesenjangan antara reformasi yang diumumkan dan perbaikan yang benar-benar dirasakan pelaku pasar.

"Oleh karena itu, BEI bersama OJK, KSEI, dan pemerintah perlu merespons persoalan ini melalui langkah yang konkret, terukur, dan dapat diverifikasi oleh investor internasional," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diancam MSCI Turun Kasta, OJK: Pasar Modal RI Masih Prospektif!

Diancam MSCI Turun Kasta, OJK: Pasar Modal RI Masih Prospektif!

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Trading Halt Dibuka, IHSG Masih Terus Anjlok 11% ke Level 5.200

Trading Halt Dibuka, IHSG Masih Terus Anjlok 11% ke Level 5.200

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Terkini

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Listrik Sering Padam, DPR Semprot PLN: Direksi Berganti, Persoalan Jangan Berulang

Listrik Sering Padam, DPR Semprot PLN: Direksi Berganti, Persoalan Jangan Berulang

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Lebih dari Sekadar Memiliki SUV, Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free

Lebih dari Sekadar Memiliki SUV, Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:42 WIB

×