Gegara MSCI, Investor Asing Bawa Kabur Dananya hingga Buat Rupiah Anjlok ke Rp18.000

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:08 WIB
Gegara MSCI, Investor Asing Bawa Kabur Dananya hingga Buat Rupiah Anjlok ke Rp18.000
Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]
baca 10 detik
  • Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan rupiah anjlok ke level Rp18.075.
  • Pelemahan nilai tukar tersebut diakibatkan oleh sentimen global serta keluarnya arus dana asing dari pasar keuangan domestik Indonesia.
  • Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar secara konsisten serta memastikan cadangan devisa tetap terjaga.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen global. Hal itu terlihat dari pergerakan mata uang Garuda anjlok ke level Rp18.075. 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh arus dana asing yang keluar dari Indonesia di pasar keuangan. 

"Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut," ujarnya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Namun, Erwin meyakini secars umum bahwa ergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD).

Penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (10/6/2026) dipicu oleh kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertamax serta optimisme kenaikan suku bunga Bank Indonesia. [Antara]
Investor asing ramai-ramai kabur dari pasar keuangan Indonesia, setelah pengumuman MSCI.  [Antara]

Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.

"Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," katanya.

Selain itu, Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Senasib IHSG, Rupiah Juga Ambruk ke Level Rp18.064 Jumat pagi

Senasib IHSG, Rupiah Juga Ambruk ke Level Rp18.064 Jumat pagi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Terkini

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Hidup Serba QRIS memang Praktis, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Hidup Serba QRIS memang Praktis, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:21 WIB

966 KDMP Telah Menjadi Outlet Penyalur LPG 3 Kg

966 KDMP Telah Menjadi Outlet Penyalur LPG 3 Kg

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Day Cream Glad2Glow untuk Kulit Apa? Bisa Mencerahkan Wajah Sesuai Klaim dan Review

Day Cream Glad2Glow untuk Kulit Apa? Bisa Mencerahkan Wajah Sesuai Klaim dan Review

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:19 WIB

4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging

4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Kevin Diks Bongkar Perubahan Timnas Indonesia di Era John Herdman

Kevin Diks Bongkar Perubahan Timnas Indonesia di Era John Herdman

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Penampakan Tong Biru Tempat Bupati Klaten Simpan Duit Suap Rp1,9 Miliar yang Disita KPK

Penampakan Tong Biru Tempat Bupati Klaten Simpan Duit Suap Rp1,9 Miliar yang Disita KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Ketika yang Tumbuh Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah

Ketika yang Tumbuh Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Lirik Gurihnya Produk Desa Lampung, 13 Delegasi Dagang Tiongkok Siap Borong Hasil Laut dan Rempah

Lirik Gurihnya Produk Desa Lampung, 13 Delegasi Dagang Tiongkok Siap Borong Hasil Laut dan Rempah

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Jalan Panjang Menuju Penebusan Dosa di Novel The Kite Runner

Jalan Panjang Menuju Penebusan Dosa di Novel The Kite Runner

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:10 WIB

×