- IHSG anjlok 14,91% sepekan ke level 5.185,105 dan sempat terkena trading halt.
- Kapitalisasi pasar BEI menguap Rp1.544 triliun dalam sepekan.
- MSCI mengkaji penurunan status RI ke standalone, keputusan final paling lambat Juni 2027.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang perdagangan pekan ini. Kekhawatiran terhadap rencana penurunan status pasar modal Indonesia menuju standalone market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuat pasar saham domestik terpuruk, dengan IHSG ambles hampir 15% dalam sepekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode 12-16 Oktober 2026, IHSG merosot 14,91% ke level 5.185,105 dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya.
Tekanan jual bahkan memaksa BEI menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada Jumat (16/10/2026) pukul 08.58 WIB. Langkah tersebut diambil setelah IHSG anjlok hingga 8%.
Tak hanya indeks, nilai kapitalisasi pasar saham juga terkikis. Kapitalisasi pasar BEI turun 14,43% menjadi Rp9.157 triliun dari Rp10.701 triliun pada pekan sebelumnya. Artinya, sekitar Rp1.544 triliun nilai kapitalisasi pasar menguap dalam sepekan.
![Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/43025-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-bursa-efek.jpg)
Di tengah kejatuhan tersebut, investor asing masih melanjutkan aksi jual. Pada Jumat (16/10), investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp3,34 triliun. Sepanjang 2026, nilai jual bersih asing telah mencapai Rp88,19 triliun.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Rata-rata volume transaksi harian turun 5,22% menjadi 44,102 miliar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian relatif stagnan, turun tipis 0,07% menjadi Rp16,21 triliun.
Sebaliknya, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 2,46% menjadi 1,72 juta kali transaksi dari 1,67 juta kali pada pekan sebelumnya.
Kejatuhan IHSG terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap langkah MSCI yang memulai konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri.
Dalam pengumumannya pada Jumat (16/10), MSCI menyatakan keputusan final mengenai status pasar modal Indonesia akan diumumkan paling lambat pada akhir Juni 2027. Selama periode konsultasi, MSCI juga membuka kemungkinan memberikan pembaruan sementara berdasarkan masukan pelaku pasar.
Rencana tersebut menjadi perhatian serius karena MSCI menilai reformasi pasar saham Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten. Dalam tinjauan status Indonesia, penyedia indeks global itu juga menerima kekhawatiran signifikan dari pelaku pasar mengenai kelayakan saham Indonesia untuk diinvestasikan.
Kekhawatiran tersebut mencakup ketidakjelasan struktur kepemilikan saham yang masih berlangsung serta dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.