- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.022 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026.
- Pelemahan rupiah tersebut disebabkan oleh respons pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunganya.
- Beberapa mata uang Asia lainnya seperti peso Filipina dan baht Thailand juga turut mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Suara.com - Nilai tukar rupiah merosot kembali pada perdagangan, Rabu, 21 Oktober 2026. Mata uang Garuda juga kembali menghuni level Rp18.000.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp18.022 dolar AS, melemah 30 poin atau turun 0,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.992.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini dikarenakan respon Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunganya.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS merespon langkah BI yang mempertahankan tingkat suku bunga (hanya menaikkan deposit rate)," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menghitung uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/11089-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dollar-ilustrasi-rupiah.jpg)
Lukman menambahkan rupiah bisa menguat atau melemah tergantung sentimen yang terjadi di domestik dan global.
"Tekanan yang mereda di pasar ekuitas sedikit banyak menahan perlemahan lebih lanjut. Tidak ada data maupun agenda penting lagi untuk pekan ini, arah rupiah akan tergantung pada sentimen di pasar ekuitas," tandasnya.
Sementara itu, peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,43 persen disusul baht Thailand melemah 0,10 persen, yuan China melemah 0,04 persen dan dolar Singapura yang melemah 0,008 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan, mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Dolar Taiwan menguat 0,65 persen, rupee India menguat 0,27 persen, won Korea menguat 0,19 persen.
Selanjutnya, ringgit Malaysia menguat 0,03 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen dan yen Jepang yang menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.