Gara-gara Ini, BI Diramal Bakal Naikkan Suku Bunga

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:44 WIB
Gara-gara Ini, BI Diramal Bakal Naikkan Suku Bunga
Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]
baca 10 detik
  • Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi Bank Indonesia berpeluang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober 2026.
  • Proyeksi kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta memburuknya sentimen investor setelah pengumuman MSCI.
  • Kenaikan suku bunga perlu dikombinasikan dengan intervensi valuta asing dan pengelolaan likuiditas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) diramal akan menaikkan suku bunganya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, peluang Bank Indonesia menaikkan BI-Rate pada RDG 20–21 Oktober 2026 semakin besar. Adapun, kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen sebagai skenario utama.

"Hasil estimasi model probabilistik terbaru menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 63,11 persen dibandingkan probabilitas mempertahankan suku bunga di 5,75 persen sebesar 34,69 persen dan peluang penurunan hanya 2,20 persen," katanya saat dihubungi Suara.com, Rabu (21/10/2026).

Dia mengatakan, prediksi kenaikan angka tersebut menggambarkan probabilitas arah kebijakan, bukan besaran kenaikannya.

Perubahan proyeksi ini terutama dipengaruhi meningkatnya tekanan terhadap rupiah dan sentimen MSCI.

"Perubahan ini meningkatnya tekanan terhadap rupiah yang telah mencapai sekitar Rp18.043 per dolar AS pada 19 Oktober, bersamaan dengan kenaikan imbal hasil SBN tenor sepuluh tahun menjadi sekitar 7,43 persen dan memburuknya sentimen investor setelah pengumuman MSCI," ujar Josua Pardede.

Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Menurut dia, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan mulai meluas dari pasar saham ke pasar obligasi dan nilai tukar.

Karena itu, BI perlu mempertimbangkan langkah antisipatif untuk mencegah keluarnya modal asing secara lebih besar, terutama apabila investor domestik juga mulai mengalihkan dananya ke aset valuta asing.

"Namun, kenaikan BI-Rate bukan jaminan rupiah langsung menguat, terutama karena sumber tekanan saat ini tidak sepenuhnya berasal dari perbedaan suku bunga, tetapi juga meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar keuangan Indonesia," katanya.

baca juga

Josua Pardede menilai, kekhawatiran MSCI mengenai transparansi kepemilikan saham, dugaan manipulasi perdagangan, dan efektivitas penegakan hukum merupakan persoalan struktural yang tidak dapat diselesaikan melalui kebijakan moneter.

Bahkan, kenaikan suku bunga yang terlalu agresif berisiko memperbesar biaya pembiayaan pemerintah dan dunia usaha, memperlambat pertumbuhan kredit, serta menekan konsumsi dan investasi.

"Meski demikian, suku bunga tetap memiliki peran penting untuk menjaga daya tarik aset rupiah, mengendalikan ekspektasi inflasi, dan memperkuat kredibilitas kebijakan moneter," katanya.

Dia menambahkan BI juga perlu melihat apakah tekanan pasar mulai mengganggu likuiditas dan pembiayaan perbankan. Dalam situasi demikian, mempertahankan suku bunga terlalu lama dapat memperbesar risiko keluarnya modal, tetapi menaikkannya terlalu agresif juga dapat memperlemah ekonomi domestik.

"Oleh karena itu, kenaikan suku bunga harus dikombinasikan dengan pengelolaan likuiditas yang berhati-hati, intervensi valuta asing, serta koordinasi dengan pemerintah dan regulator untuk memperbaiki kepercayaan investor," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

Jaga Cadangan Devisa, BI Kurang Intervensi di Pasar Spot

Jaga Cadangan Devisa, BI Kurang Intervensi di Pasar Spot

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru Sebelum Dipecat dari Menkeu: Dana SAL Tak Lagi Disimpan di BI

Purbaya Bikin Aturan Baru Sebelum Dipecat dari Menkeu: Dana SAL Tak Lagi Disimpan di BI

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:51 WIB

Malaysia Borong Produk Halal RI

Malaysia Borong Produk Halal RI

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan, Anak Belajar Orang Tua Diberdayakan

Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan, Anak Belajar Orang Tua Diberdayakan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:38 WIB

KPK Sita Uang dan Perhiasan dari Rumah Dinas Bupati Klaten, Lima Klaster Korupsi Diusut

KPK Sita Uang dan Perhiasan dari Rumah Dinas Bupati Klaten, Lima Klaster Korupsi Diusut

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:38 WIB

1.393 Hektare Hutan Kaltim Terbakar Periode Karhutla Agustus-Oktober 2026

1.393 Hektare Hutan Kaltim Terbakar Periode Karhutla Agustus-Oktober 2026

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Paradoks Antara Kedaulatan Rakyat vs Monopoli Partai di Pencalonan Presiden

Paradoks Antara Kedaulatan Rakyat vs Monopoli Partai di Pencalonan Presiden

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Persiapan Sekolah Rakyat Permanen Bergerak, 2 Daerah Siapkan Lahan

Persiapan Sekolah Rakyat Permanen Bergerak, 2 Daerah Siapkan Lahan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Macan Tutul Jawa Terekam di Nusakambangan, Dampak Proyek Pembangunan Jadi Sorotan

Macan Tutul Jawa Terekam di Nusakambangan, Dampak Proyek Pembangunan Jadi Sorotan

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai 8 Jam Didata dan Ditanya Kronologi Pasang Spanduk Protes

Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai 8 Jam Didata dan Ditanya Kronologi Pasang Spanduk Protes

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Bermula Monyet Masuk Gardu, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam

Bermula Monyet Masuk Gardu, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam

Batam | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:22 WIB

Pastikan Stock BBM di Jatim, Khofifah & Emil Dardak Datangi Kementerian ESDM

Pastikan Stock BBM di Jatim, Khofifah & Emil Dardak Datangi Kementerian ESDM

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Beda Masker Sariayu Beras Putih dan Merah: Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Beda Masker Sariayu Beras Putih dan Merah: Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:15 WIB

×