Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB
Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. [Ist]
baca 10 detik
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membekukan izin enam perusahaan konsesi hutan di Kalimantan Tengah pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Pembekuan izin dan sanksi administratif tersebut diberikan di Istana Negara akibat kasus kebakaran hutan dan lahan di area konsesi seluas 201.390 hektare.
  • Pemerintah mewajibkan pemulihan ekosistem dan membuka peluang proses hukum pidana terhadap keenam perusahaan yang terlibat dalam kebakaran tersebut.

Suara.com - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, membekukan izin enam perusahaan pemegang konsesi hutan di Kalimantan Tengah terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Keenam perusahaan tersebut yakni PT Hasil Kalimantan Jaya, PT Taiyoung Engreen, PT Hutan Produksi Lestari, PT Ramang Agro Lestari, PT Puspa Warna Cemerlang, dan PT Sinergi Hutan Sejati.

"Jadi per hari ini, sekali lagi sesuai dengan perintah Bapak Presiden, kami lakukan pembekuan disertai paksaan pemulihan ekosistem terhadap enam perusahaan yang tadi saya sebutkan. Jadi total per hari ini, sudah ada 32 perusahaan yang kena sanksi administratif di sektor kehutanan," kata Raja Juli di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).

Keenam perusahaan tersebut memiliki konsesi dengan total luas sekitar 201.390 hektare. Berdasarkan data yang disampaikan Raja Juli, area terbakar yang tercatat pada konsesi-konsesi tersebut mencapai sekitar 7.531 hektare.

Raja Juli mengatakan, pemerintah membuka kemungkinan proses pidana apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

"Sementara itu, kami juga tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan-perusahaan ini juga akan berproses secara pidana apabila memang ada indikasi ke arah sana," ujarnya.

Api membakar vegetasi di kawasan Gunung Arjuno, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU]
Ilustrasi karhutla. [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU]

Dari enam perusahaan tersebut, PT Taiyoung Engreen memiliki keterkaitan kepemilikan saham dengan Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Laporan organisasi riset lingkungan AidEnvironment pada 2022 menyebut Jhonlin memiliki 30 persen saham Taiyoung Engreen. Perusahaan Korea Selatan Taiyoung Global Co. Ltd. tercatat memiliki 40 persen, sedangkan tiga pemegang saham lainnya masing-masing memiliki 10 persen.

Sementara itu, PT Hasil Kalimantan Jaya memiliki kaitan melalui Liana Saputri selaku putri Haji Isam yang tercatat sebagai komisaris perusahaan tersebut sekaligus Komisaris Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

baca juga

Keterkaitan lain ditemukan pada PT Ramang Agro Lestari. Laporan AidEnvironment menghubungkan perusahaan tersebut dengan PT Graha Utama Lestari dan PT Ciliandry Angky Mandiri, yang dikaitkan dengan Silvia Fangiono dan Martias Fangiono.

Keluarga Fangiono juga dikenal dalam bisnis perkebunan kelapa sawit, termasuk melalui First Resources Limited, perusahaan yang tercatat di bursa Singapura. 

Namun, hubungan tersebut tidak membuktikan First Resources memiliki saham langsung di Ramang Agro Lestari.

Adapun PT Hutan Produksi Lestari dikaitkan dengan pengusaha Iman Hartono dan Willem Alexander Hartono. 

Keduanya juga dikaitkan dengan perusahaan pengolahan kayu PT Prima Parquet Indonesia, yang produknya dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, PT Puspa Warna Cemerlang tercatat memiliki hubungan investasi historis dengan PT Inhutani I, bagian dari kelompok usaha Perum Perhutani. 

Haji Isam dan Istri. (Instagram/@nursamjhonlin)
Haji Isam dan Istri. (Instagram/@nursamjhonlin)

Adapun PT Sinergi Hutan Sejati memiliki sejumlah pengurus yang juga tercatat dalam dokumen perusahaan kehutanan lain, PT Bina Multi Alam Lestari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Haji Isam Borong BYAN, INDEF: Masalah Bursa Sudah Ada Sejak Lama

Haji Isam Borong BYAN, INDEF: Masalah Bursa Sudah Ada Sejak Lama

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!

Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Profil CNGR, Perusahaan China yang Berencana Akusisi PT Gunbuster Nickel Industry

Profil CNGR, Perusahaan China yang Berencana Akusisi PT Gunbuster Nickel Industry

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:22 WIB

BNPB: 50 Persen Karhutla Ada di Kalteng, Intip Koleksi Mobil Mewah Gubernur Agustiar Sabran

BNPB: 50 Persen Karhutla Ada di Kalteng, Intip Koleksi Mobil Mewah Gubernur Agustiar Sabran

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Terkini

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Hingga Tahun 2027, Beli Rumah dan Mobil Bisa Tanpa DP

Hingga Tahun 2027, Beli Rumah dan Mobil Bisa Tanpa DP

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:36 WIB

Mengurai Kasus Dana Syariah: Menagih Akuntabilitas Dewan Pengawas

Mengurai Kasus Dana Syariah: Menagih Akuntabilitas Dewan Pengawas

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola

Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Mantap! Klub Punya Orang Kaya Indonesia Bantai Manchester United di Liga Champions

Mantap! Klub Punya Orang Kaya Indonesia Bantai Manchester United di Liga Champions

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Arti Burung Gagak Hinggap di Atas Atap Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Buruk?

Arti Burung Gagak Hinggap di Atas Atap Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Buruk?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Terus Naik, Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.562,57 Triliun

Terus Naik, Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.562,57 Triliun

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×