Prabowo Dinilai Sukses Perkuat Sektor Pangan, Tapi Harga Masih Belum Terjangkau

Liberty Jemadu

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:18 WIB
Prabowo Dinilai Sukses Perkuat Sektor Pangan, Tapi Harga Masih Belum Terjangkau
Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2026 mencatat kenaikan produksi beras dan surplus delapan komoditas pangan nasional. [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2026 mencatat kenaikan produksi beras dan surplus delapan komoditas pangan nasional.
  • Harga pangan di tingkat konsumen tetap mahal akibat rantai pasok panjang, distribusi tidak merata, dan persaingan ketat bahan baku.
  • Peneliti CORE Indonesia Eliza Mardian menyatakan kebijakan pangan perlu bergeser untuk memperbaiki distribusi, keterjangkauan harga, serta resiliensi iklim.

Suara.com - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat penguatan sektor pangan nasional melalui peningkatan produksi dan cadangan pangan. Tetapi di saat yang sama, harga pangan Indonesia masih mahal.

Peneliti CORE Indonesia Eliza Mardian mengatakan pemerintahan Prabowo berhasil mempertahankan prestasi di produksi dan cadangan pangan. Namun keterjangkauan harga pangan di tingkat konsumen masih lemah.

"Dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran mencatatkan capaian penting di sisi produksi dan cadangan pangan," kata Eliza di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Eliza menjelaskan produksi beras 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2026, kinerja produksi masih relatif kuat meskipun menghadapi tekanan cuaca seperti El Nino.

Berdasarkan data BPS, produksi beras Januari–Agustus 2026 naik tipis 0,07 persen secara tahunan, sementara Proyeksi neraca pangan Bapanas untuk seluruh 2026 memperkirakan produksi beras sekitar 34,76 juta ton, di atas kebutuhan konsumsi nasional sekitar 31,2 juta ton, sehingga masih surplus

Pemerintah mengeklaim delapan komoditas yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit telah mencapai swasembada berdasarkan proyeksi neraca 2026.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog berada di kisaran 4,5–4,56 juta ton pada Oktober 2026, sementara pengadaan gabah/beras dalam negeri Bulog telah melampaui target 4 juta ton.

"Namun, klaim swasembada ini perlu dibaca secara lebih hati-hati. Jika dilihat dari indikator produksi nasional semata, Indonesia sebenarnya sudah swasembada pada komoditas-komoditas tersebut," kata Eliza.

Selama ini komoditas cabai, telur, daging ayam, jagung, dan bawang merah memang secara agregat tahunan hampir selalu surplus produksinya. Beras juga surplus, meski tipis.

baca juga

Persoalan yang belum benar-benar dibenahi justru berada di hilir dan di sepanjang rantai pasok seperti ketersediaan yang tidak merata sepanjang tahun, fluktuasi harga yang tajam, disparitas harga antardaerah yang lebar, kehilangan hasil panen (post-harvest loss) yang masih tinggi, serta asimetris informasi antara petani, pedagang, dan konsumen.

"Surplus agregat tidak otomatis menjadi ketersediaan yang stabil dan harga yang terjangkau di seluruh wilayah," jelas dia.

Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram disertai penyerapan aktif Bulog telah memberi kepastian pasar bagi petani dan menahan harga jatuh saat panen. Penurunan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen juga membantu menekan biaya produksi meski belum signifikan karena porsi biaya produksi pangan terbesar disumbang oleh biaya tenaga kerja dan sewa lahan.

Nilai Tukar Petani (NTP) yang terus membaik setelah harga gabah dinaikkan jadi Rp 6500per kg GKP menjadi sinyal positif dari sisi rasio harga. Karena selama 2 dekade sebelumnya, NTP pangan rendah, nyaris digaris BEP (break even point) bahkan tak jarang NTP pangan dibawah 100 alias merugi.

Namun, keterjangkauan harga pangan di tingkat konsumen masih lemah. Harga beras medium nasional masih berada di kisaran Rp14.600–15.000 per kilogram, dengan kenaikan di lebih dari seratus kabupaten/kota.

Surplus produksi secara agregat tidak otomatis menurunkan harga di daerah defisit karena bottleneck distribusi antarpulau dan rantai pasok yang panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Stok Beras Melimpah, Bapanas Soroti Mafia Pangan yang Akali Kualitas dan Harga

Stok Beras Melimpah, Bapanas Soroti Mafia Pangan yang Akali Kualitas dan Harga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Beras Bervitamin Diduga Bodong, Bapanas Cabut Izin dan Setop Produksi PT DTA

Beras Bervitamin Diduga Bodong, Bapanas Cabut Izin dan Setop Produksi PT DTA

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Sita 5 Merek Beras Fortifikasi, Diduga Tak Sesuai Klaim Vitamin di Kemasan

Bareskrim Sita 5 Merek Beras Fortifikasi, Diduga Tak Sesuai Klaim Vitamin di Kemasan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026

Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pengujian Euro NCAP Ungkap Pentingnya Tombol Fisik pada Kendaraan

Pengujian Euro NCAP Ungkap Pentingnya Tombol Fisik pada Kendaraan

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Dilaporkan Mama Sinta soal Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Bakal Diperiksa Polisi

Dilaporkan Mama Sinta soal Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Bakal Diperiksa Polisi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:14 WIB

ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi

ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi

Banten | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur

Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur

Bali | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:07 WIB

BGN Kembalikan Rp160 Miliar ke Kas Negara Buntut LHP BPK, Banyak SPPG Punya Rekening Ganda

BGN Kembalikan Rp160 Miliar ke Kas Negara Buntut LHP BPK, Banyak SPPG Punya Rekening Ganda

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru

Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Update BSU Kemnaker 2026, Cek Skema Penyaluran dan Sasaran Utama

Update BSU Kemnaker 2026, Cek Skema Penyaluran dan Sasaran Utama

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Chandra Satria Garap Trilogi Video Musik Dan Bola Esok, Rangkai Tiga Karya Jadi Satu Cerita

Chandra Satria Garap Trilogi Video Musik Dan Bola Esok, Rangkai Tiga Karya Jadi Satu Cerita

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:56 WIB

×