Beras Bervitamin Diduga Bodong, Bapanas Cabut Izin dan Setop Produksi PT DTA

Bella

Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:21 WIB
Beras Bervitamin Diduga Bodong, Bapanas Cabut Izin dan Setop Produksi PT DTA
Ilustrasi beras fortifikasi [Magnific]
baca 10 detik
  • Badan Pangan Nasional mencabut izin dan menghentikan produksi beras fortifikasi PT DTA di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).
  • Pencabutan izin dilakukan karena perusahaan memalsukan kandungan vitamin pada produk beras yang tidak sesuai label kemasan.
  • Bareskrim Polri menyita ribuan kemasan beras dan meningkatkan status kasus pemalsuan tersebut ke tahap penyidikan.

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memutuskan mencabut izin peredaran beras fortifikasi atau beras bervitamin produksi PT DTA. Keputusan itu menyusul munculnya dugaan perusahaan memalsukan kandungan yang tidak sesuai dengan label kemasan.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Brigjen Pol. Hermawan mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan kepada Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas untuk mencabut izin serta menarik pasokan beras fortifikasi merek PT DTA.

"Kita memerintahkan juga surat Bapanas kepada Deputi III, isinya bahwa selain mencabut izin juga menarik dari peredaran. Dan ketiga, adalah menghentikan produksi," jelas Hermawan saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Hermawan juga mengungkapkan, Bapanas menemukan bahwa sejumlah merek beras tersebut tidak mengandung vitamin sebagaimana beras fortifikasi pada umumnya.

"Jadi semuanya ada yang tidak pakai sama sekali vitamin, ada yang kurang persentasenya jauh dari sekali yang diinginkam masyarakat seperti zink, vitamin B," katanya.

Karena itu, Bapanas juga melaporkan dugaan praktik beras fortifikasi bodong tersebut kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri untuk mengusut praktik tersebut.

Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Suhasto menerangkan, aparat telah menyita lima merek beras yang diduga memiliki kadar fortifikasi tidak sesuai dengan label kemasan.

"Yaitu yang pertama, Idola Hijau Fortifikasi, Idola Merah Fortifikasi, Raja Lele, Cantik Manis dan yang terakhir adalah Wijaya Kusuma," ujar Suhasto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Barang bukti yang telah disita dalam perkara ini berupa 1.194 kemasan beras dengan berat total keseluruhan adalah 6.405 kilogram dengan estimasi nilai sebesar Rp155.260.000, dan satu lini rangkaian mesin rice milling unit dengan estimasi nilai sebesar Rp1 miliar," lanjut dia.

baca juga

Polisi juga telah memeriksa 12 saksi, mulai dari pihak pelapor dan ahli hingga Direktur dan Kepala Produksi PT DTA, guna mengembangkan konstruksi perkara.

Saat ini, status perkara telah naik ke tahap penyidikan.

Kendati demikian, lanjut Suhasto, kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan beras fortifikasi bodong tersebut.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Sita 5 Merek Beras Fortifikasi, Diduga Tak Sesuai Klaim Vitamin di Kemasan

Bareskrim Sita 5 Merek Beras Fortifikasi, Diduga Tak Sesuai Klaim Vitamin di Kemasan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:28 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Isi Pasokan Ritel Modern

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Isi Pasokan Ritel Modern

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:05 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?

Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:41 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 18:28 WIB

Konsumen Berhak Dapat Ganti Rugi Soal Kasus Beras Fortifikasi

Konsumen Berhak Dapat Ganti Rugi Soal Kasus Beras Fortifikasi

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:01 WIB

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, YLKI Desak Pemerintah Buka Posko Aduan

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, YLKI Desak Pemerintah Buka Posko Aduan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:51 WIB

Terkini

BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131, Adakan Bazar UMKM BRILiaN Klasterku Hidupku

BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131, Adakan Bazar UMKM BRILiaN Klasterku Hidupku

Riau | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Tumbuh Berkelanjutan, BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131

Tumbuh Berkelanjutan, BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Sambut HUT ke-131, BRI Perkuat Komitmen Memajukan Negeri

Sambut HUT ke-131, BRI Perkuat Komitmen Memajukan Negeri

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata

Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Mac & Cheese: Kisah Kocak Dua Makanan yang Menemukan Persahabatan

Mac & Cheese: Kisah Kocak Dua Makanan yang Menemukan Persahabatan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism

Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Arti Bau Kemenyan atau Bunga Kantil di Rumah padahal Tidak Ada Wewangian

Arti Bau Kemenyan atau Bunga Kantil di Rumah padahal Tidak Ada Wewangian

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×