- Allianz meluncurkan unit link dengan uang pertanggungan hingga 500% dari nilai awal.
- Produk menawarkan pilihan investasi emas, saham global, dan potensi pendapatan tunai bulanan.
- Hasil investasi tidak dijamin; nasabah tetap menanggung risiko fluktuasi nilai subdana.
Suara.com - Perusahaan asuransi mulai menawarkan produk yang menggabungkan perlindungan jiwa dengan peluang memperoleh pendapatan dari investasi. Langkah ini menyasar kebutuhan nasabah yang tidak hanya ingin melindungi keluarga, tetapi juga mengembangkan aset dan menyiapkan warisan untuk generasi berikutnya.
PT Asuransi Allianz Life Indonesia meluncurkan SmartLink Guard Investa, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Produk ini menawarkan manfaat perlindungan jiwa yang meningkat seiring masa polis, sekaligus pilihan investasi di berbagai instrumen, termasuk emas dan aset global.
Salah satu fitur yang ditawarkan adalah peningkatan uang pertanggungan secara bertahap hingga 500% dari uang pertanggungan awal. Dengan skema tersebut, Allianz menempatkan perlindungan jiwa sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, terutama bagi nasabah yang memiliki tanggungan keluarga.
Country Manager sekaligus Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz mengatakan, produk tersebut dirancang untuk menggabungkan kebutuhan perlindungan dengan peluang pertumbuhan investasi di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Menurut dia, perlindungan jiwa dan investasi dapat saling melengkapi dalam membangun ketahanan finansial. Namun, hasil investasi tetap bergantung pada kinerja subdana yang dipilih nasabah.
Selain manfaat perlindungan, SmartLink Guard Investa menyediakan beragam pilihan subdana dalam mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Strateginya mencakup pendapatan tetap, multi-aset, saham regional dan global, hingga komoditas emas.
Produk ini juga menawarkan potensi pendapatan tunai berkala setiap bulan melalui Smartwealth Rupiah Multi Asset Income Fund dan Smartwealth Dollar Balanced Global Income Fund.
Meski demikian, pendapatan berkala tersebut tidak bersifat pasti atau dijamin. Nilai investasi juga dapat naik maupun turun mengikuti kinerja subdana yang dipilih.
Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au mengatakan, produk tersebut melengkapi pilihan solusi Allianz bagi nasabah dengan kebutuhan dan toleransi risiko yang berbeda.
Nasabah yang mengutamakan kepastian manfaat dapat mempertimbangkan produk asuransi tradisional. Sementara itu, unit link menawarkan fleksibilitas pemilihan investasi, dengan konsekuensi nasabah turut menanggung risiko fluktuasi nilai investasinya.
Mayoritas subdana SmartLink Guard Investa dikelola oleh PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia). Perusahaan tersebut menyediakan strategi investasi yang disesuaikan dengan mandat masing-masing subdana.
President Director sekaligus Head of Indonesia AllianzGI Indonesia Aliyahdin Saugi mengatakan, pilihan strategi investasi disiapkan untuk membantu nasabah memanfaatkan peluang di berbagai kondisi pasar melalui pengelolaan aktif dan riset investasi.
Bagi calon nasabah, pemilihan unit link perlu mempertimbangkan biaya polis, manfaat perlindungan, jangka waktu investasi, serta kemampuan menghadapi risiko kerugian. Evaluasi polis secara berkala juga diperlukan agar produk tetap sesuai dengan tujuan keuangan nasabah.
Dengan demikian, daya tarik unit link bukan semata-mata pada potensi keuntungan investasi, melainkan pada bagaimana perlindungan jiwa dan pengelolaan aset disesuaikan dengan kebutuhan finansial dalam jangka panjang.