- Spread XAUUSD bisa menggerus 20% target keuntungan dari pergerakan emas.
- Trading 15 kali sehari berpotensi memicu biaya spread hingga US$600 per bulan.
- Spread melebar saat likuiditas rendah dan dapat memperberat biaya transaksi trader.
Suara.com - Aktivitas trading emas tidak hanya menghadapkan investor pada risiko perubahan harga. Ada biaya tersembunyi yang kerap luput diperhitungkan, tetapi perlahan dapat menggerus keuntungan, yakni spread atau selisih harga jual dan beli.
Biaya ini bahkan tetap berlaku ketika trader menggunakan akun bebas komisi. Semakin sering transaksi dilakukan, semakin besar pula akumulasi biaya yang harus ditanggung, sehingga keuntungan dari pergerakan harga emas berpotensi menyusut.
Broker Contract for Difference (CFD) global, Elev8, menjelaskan spread menjadi salah satu komponen biaya trading yang paling mudah diabaikan karena tidak ditagihkan secara terpisah. Biaya tersebut sudah tercermin dalam perbedaan harga bid dan ask ketika trader membuka maupun menutup posisi.
Selain spread, trader juga perlu memperhitungkan komisi, biaya menginap atau swap, serta slippage, yakni selisih antara harga yang diharapkan dengan harga eksekusi sebenarnya.
Dengan demikian, keuntungan trading tidak cukup dihitung hanya dari selisih harga saat membeli dan menjual. Seluruh biaya transaksi harus dikurangkan untuk mengetahui hasil bersih yang sesungguhnya.
Dalam perdagangan emas melalui instrumen XAUUSD, misalnya, satu lot setara dengan 100 troy ons, sedangkan 0,1 lot setara dengan 10 troy ons.
Jika spread berada di level US$0,10 per ons, trader dengan posisi 0,1 lot harus menanggung biaya spread sekitar US$1 untuk satu transaksi lengkap. Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi dapat membengkak ketika transaksi dilakukan berulang kali.
Persoalannya, spread juga bisa menggerus potensi keuntungan meskipun prediksi arah harga trader sudah tepat.
Sebagai ilustrasi, trader yang menargetkan keuntungan dari kenaikan harga emas sebesar US$0,50 per ons harus memperhitungkan spread US$0,10. Artinya, sekitar 20% dari target pergerakan harga tersebut sudah terserap oleh biaya spread.
Dari pergerakan harga yang menguntungkan sebesar US$5 untuk posisi 0,1 lot, trader hanya memperoleh US$4 setelah dikurangi biaya spread US$1. Perhitungan ini belum memasukkan komisi, swap, maupun slippage.
Risiko semakin besar ketika trader bertransaksi pada saat likuiditas pasar menurun. Spread XAUUSD tidak selalu sempit meskipun emas merupakan salah satu komoditas yang aktif diperdagangkan di pasar global.
Mengacu pada analisis World Gold Council, lonjakan spread emas yang signifikan dapat terkonsentrasi pada periode likuiditas tipis dan terjadinya kesenjangan harga. Ketidakpastian akibat rilis berita ekonomi maupun geopolitik juga berpotensi memperlebar spread.
Sebaliknya, periode tumpang tindih perdagangan London dan New York, sekitar pukul 13.00-16.00 UTC, umumnya memiliki likuiditas lebih tinggi sehingga spread cenderung lebih rendah.
Elev8 memberikan ilustrasi bagaimana biaya tersebut dapat membengkak apabila trader terlalu sering melakukan transaksi.
Dengan asumsi posisi 0,1 lot dan spread US$0,10-US$0,20 per ons, biaya spread untuk satu transaksi lengkap mencapai US$1-US$2.
Jika trader melakukan lima transaksi setiap hari selama 20 hari kerja, akumulasi biaya spread dapat mencapai US$100-US$200 per bulan. Jumlahnya meningkat menjadi US$200-US$400 jika frekuensi transaksi mencapai 10 kali sehari.
Bahkan, trader yang melakukan 15 transaksi sehari berpotensi menanggung biaya spread US$300-US$600 per bulan.
Beban tersebut bisa jauh lebih besar ketika transaksi dilakukan pada periode likuiditas rendah. Dengan asumsi spread melebar menjadi US$0,20-US$0,40 per ons, biaya spread untuk posisi 0,1 lot mencapai US$2-US$4 per transaksi.
Dalam skenario tersebut, trader yang bertransaksi 15 kali sehari dapat menanggung biaya spread hingga US$600-US$1.200 per bulan.
Analis pasar keuangan Elev8, Kar Yong Ang, mengatakan strategi intraday sangat sensitif terhadap spread karena biaya tersebut terus dikenakan pada target pergerakan harga yang relatif kecil.
Spread yang lebih lebar dapat memangkas keuntungan bersih dari transaksi yang berhasil sekaligus meningkatkan tingkat keuntungan yang harus dicapai trader untuk menutup kerugian dan biaya transaksi.
"Yang penting bukan hanya spread minimum yang diiklankan, tetapi bagaimana spread berperilaku selama jam dan kondisi pasar di mana strategi tersebut beroperasi," ujar Kar Yong Ang.
Kondisi ini membuat strategi scalping dan day trading memiliki tantangan tersendiri. Target keuntungan yang relatif kecil serta frekuensi transaksi tinggi membuat biaya spread berpotensi mengambil porsi besar dari hasil trading.
Sementara itu, trader dengan strategi jangka panjang umumnya memiliki target pergerakan harga lebih besar sehingga pengaruh spread relatif lebih kecil. Meski demikian, biaya menginap dan penyesuaian posisi tetap perlu diperhitungkan.