Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Rabu, 04 November 2026 | 16:14 WIB
Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal
Kegiatan DETalk “Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan” yang digelar secara daring, Senin (2/11/2026). (Dok: Pertamina)

Suara.com - Hutan yang kembali hijau dan listrik yang kini menerangi rumah-rumah menjadi awal perubahan bagi masyarakat di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah. Bagi warga, energi bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Di Desa Tumpak, Burhanudin bersama masyarakat berhasil menghijaukan kembali kawasan hutan lindung yang sempat gundul pada 2018. Sekitar 30 ribu pohon kini tumbuh di kawasan tersebut. Upaya pelestarian lingkungan ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Peternakan mulai berkembang, ekowisata menarik sekitar 800 wisatawan setiap tahun, dan produk turunan kelapa seperti cocopeat (serbuk sabut kelapa), virgin coconut oil (VCO), serta briket menjadi sumber penghasilan masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut melibatkan 60 tenaga kerja dan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun. Aktivitas produktif warga turut didukung panel surya berkapasitas 6,6 kWp.

“Semakin banyak pohon yang tertanam, semakin banyak sumber perekonomian baru yang tumbuh di desa ini,” kata Burhanudin dalam kegiatan DETalk “Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan” yang digelar secara daring, Senin (2/11/2026).

Cerita perubahan juga dirasakan Jamaludin, local hero (penggerak masyarakat) dari Dusun Bondan, Cilacap. Hingga 2017, dusun tempat tinggalnya belum teraliri listrik. Bahkan, untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer menggunakan perahu.

Kini, kehadiran pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) mengubah kehidupan masyarakat. Listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan aerator tambak dan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih.

Manfaatnya meluas ke aktivitas ekonomi warga. Para ibu mendapatkan pelatihan mengolah hasil tambak, sementara koperasi desa menjaga keberlanjutan operasional PLTH melalui iuran Rp25 ribu per bulan per keluarga. Dusun Bondan bahkan menjadi laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap.

“Program ini telah kami buktikan berjalan baik dan memberi manfaat nyata dan luas bagi masyarakat Dusun Bondan,” ujar Jamaludin, penerima Local Hero Award TJSL Pertamina Group 2023.

Kisah Burhanudin dan Jamaludin memperlihatkan bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi penggerak perubahan di desa. Tidak hanya menyediakan akses energi, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal dan menciptakan sumber penghidupan baru.

baca juga

Upaya tersebut sejalan dengan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) sejak 2018. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat sesuai potensi masing-masing desa.

VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, dalam webinar DETalk menjelaskan bahwa DEB dikembangkan melalui tiga kategori, yakni Ketahanan Pangan, Pesisir Modern, dan Wisata Energi. Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari DEB Putih, Hijau, Biru hingga Siap Mandiri.

Hingga saat ini, terdapat 310 Desa Energi Berdikari yang telah dikembangkan Pertamina dan 24 desa lainnya dalam proses pengembangan. Sebanyak 60 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Dengan perkembangan tersebut, jumlah DEB ditargetkan mencapai 334 desa pada akhir 2026 dan terus diperluas hingga 732 desa pada 2030.

“Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, berbasis sumber daya lokal,” kata Rudi.

Dampak program ini terlihat dari pemanfaatan berbagai sumber energi, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel hingga pembangkit hibrida. Seluruhnya menghasilkan kapasitas listrik sebesar 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas.

Di sektor pangan, DEB menghasilkan lebih dari 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas nonberas dari lahan sekitar 2.000 hektare. Sementara di sektor perikanan, DEB Pesisir Modern berkontribusi terhadap produksi 390 ton ikan tangkap per tahun.

Nilai ekonomi kerakyatan yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp26 miliar per tahun dengan penerima manfaat lebih dari 283 ribu orang. Beberapa desa bahkan berhasil mengembangkan potensi wisatanya menjadi sumber pendapatan. Ekowisata DEB Uma Palak di Denpasar menghasilkan Rp540 juta per tahun, sedangkan Kampung Kepiting di Cilacap mencapai Rp601 juta per tahun.

Selain membuka peluang ekonomi, program ini juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola energi terbarukan. Sebanyak 223 local hero telah mendapatkan sertifikasi sebagai operator energi baru terbarukan (EBT).

Di Desa Keliki, Ubud, misalnya, produktivitas pertanian meningkat. Frekuensi panen padi yang sebelumnya hanya sekali setahun kini menjadi hingga tiga kali, dengan hasil panen meningkat dari 3–4 ton menjadi 7 ton per hektare.

Manfaat energi terbarukan juga dirasakan saat masyarakat menghadapi situasi darurat. DEB Watumite di Ende mampu menjaga ketersediaan listrik dan internet ketika terjadi bencana.

Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen serta pengelolaan 145 ribu ton sampah per tahun. Pengembangannya turut didukung kolaborasi pentahelix. Bersama 13 perguruan tinggi, Pertamina telah menghadirkan 40 jenis teknologi tepat guna di 134 desa.

Bagi masyarakat, perubahan tersebut bukan sekadar hadirnya pembangkit listrik atau teknologi baru. Lebih dari itu, energi telah membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan menjaga lingkungan.

Melalui Desa Energi Berdikari, Pertamina mendorong agar transisi energi berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Sebab, energi yang berkelanjutan bukan hanya tentang bagaimana listrik dihasilkan, tetapi juga bagaimana manfaatnya mampu menghidupkan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. *** 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Dukung Ketahanan Energi Nasional Pertamina dan Toyota Perkuat Kolaborasi

Dukung Ketahanan Energi Nasional Pertamina dan Toyota Perkuat Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 17:33 WIB

Kinerja Operasional Positif, PHE Bukukan Produksi Migas 945.000 Barel Setara Minyak per Hari

Kinerja Operasional Positif, PHE Bukukan Produksi Migas 945.000 Barel Setara Minyak per Hari

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:00 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:53 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:14 WIB

Mitsubishi Fuso Hadirkan Solusi Cold Chain Terintegrasi di Expo Logistik 2026

Mitsubishi Fuso Hadirkan Solusi Cold Chain Terintegrasi di Expo Logistik 2026

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:10 WIB

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:07 WIB

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:03 WIB

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:02 WIB

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

×