Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 06 November 2026 | 15:41 WIB
Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD
Rupiah berakhir melemah pada perdagangan hari ini [Suara.com/Alfian Winanto].
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level Rp18.089 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.
  • Pelemahan rupiah tersebut disebabkan oleh sentimen negatif global yang membuat investor menahan modal mereka.
  • Sebagian besar mata uang di kawasan Asia juga bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Mata uang Garuda tertekan sentimen negatif dari pasar global, meskipun data ekonomi domestik menunjukkan perkembangan positif.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.089 per dolar AS, melemah melemah 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen para investor yang menahan modal atau risk off.

"Rupiah ditutup melemah tipis tertekan sentimen risk off global. Namun data PDB kuartal ketiga Indonesia yang kuat mendukung. Untuk Senin, akan tergantung pada data ekonomi penting AS malam ini yaitu NFP," ujarnya.'

Nilai Tukar Rupiah | Ilustrasi Dolar | Ilustrasi Dollar | ilustrasi Rupiah
Rupiah berakhir melemah pada perdagangan hari ini [Suara.com/Alfian Winanto].

Lukman menambahkan, pergerakan rupiah pada awal pekan depan masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen eksternal maupun domestik, terutama data ekonomi Amerika Serikat.

Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.

Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,4 persen. Disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,27 persen dan dolar Singapura turun 0,26 persen.

Kemudian yen Jepang terdepresiasi 0,15 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, serta yuan China terkoreksi 0,06 persen.

Di sisi lain, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah naik 0,47 persen. Dolar Taiwan juga menguat 0,26 persen dan won Korea Selatan naik 0,23 persen.

baca juga

Sementara itu, dolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS (the greenback).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Unggul dari Bunga BI, SBN Ritel ST017 Tawarkan Kupon Hingga 7,05%

Lebih Unggul dari Bunga BI, SBN Ritel ST017 Tawarkan Kupon Hingga 7,05%

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 13:10 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Berkat Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Jadi Perkasa ke Level Rp18.082/USD

Berkat Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Jadi Perkasa ke Level Rp18.082/USD

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:28 WIB

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:27 WIB

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:22 WIB

MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan

MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 15:21 WIB

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:17 WIB

×