- Amala Clinic dan Julaine of Sweden memperkenalkan inovasi estetika regeneratif berteknologi PLLA di Senayan, Jakarta.
- Pendekatan tersebut bertujuan menghasilkan kolagen berkualitas untuk menjaga kesehatan dan regenerasi kulit jangka panjang pasien.
- Inovasi ini telah memenuhi standar regulasi internasional untuk mengutamakan keamanan serta kualitas perawatan medis pasien.
Suara.com - Tren kecantikan terus mengalami perkembangan. Jika sebelumnya banyak orang berfokus pada hasil instan untuk mengubah penampilan, kini perhatian mulai bergeser pada kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Salah satu pendekatan yang semakin diperbincangkan adalah estetika regeneratif, yakni perawatan yang mengandalkan proses biologis tubuh untuk mendukung kualitas kulit.
Pendekatan ini menjadi salah satu topik dalam acara Beauty in Motion: An Afternoon Soirée yang digelar Amala Clinic bersama Julaine of Sweden dari Nordberg Medical dan BMW Tunas di Amala Clinic, Senayan, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Julaine of Sweden diperkenalkan sebagai inovasi estetika regeneratif yang menggunakan teknologi Lasynpro PLLA (Poly-L-Lactic Acid). Teknologi ini mengusung pendekatan bio-stimulasi kolagen untuk mendukung proses regenerasi kulit.
Berbeda dengan perawatan yang hanya berorientasi pada perubahan tampilan, pendekatan regeneratif menempatkan kualitas kolagen sebagai salah satu perhatian utama. Sebab, kolagen memiliki peran penting dalam menjaga struktur, elastisitas, dan kekencangan kulit.

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi dari Amala Clinic, dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, menjelaskan bahwa tujuan stimulasi kolagen bukan sekadar meningkatkan jumlahnya, tetapi juga memperhatikan kualitas kolagen yang terbentuk.
"Hal yang membedakan Julaine dengan collagen stimulator lainnya adalah Julaine sangat fokus dan bertujuan untuk menghasilkan kolagen yang sehat sehingga memberikan kulit yang sehat untuk jangka panjang. Jadi tujuannya bukan sembarang membentuk kolagen tapi harus kolagen yang sehat yang sifatnya regeneratif ya, sangat berbeda dengan perawatan konvensional," jelas dr. Dia Febrina.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan dunia estetika yang semakin memperhatikan proses regenerasi alami kulit. Dengan demikian, perawatan tidak hanya dilihat dari perubahan penampilan dalam waktu singkat, tetapi juga bagaimana kualitas kulit dapat terjaga.
Dalam acara tersebut, perkembangan estetika regeneratif turut dibahas melalui sesi Beauty & Wellness Talkshow. Diskusi menghadirkan Vernon Lau selaku Commercial Director APAC & Hong Kong Nordberg Medical, serta dr. Nisrina Tache, Sp.DVE dan dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV dari Amala Clinic.
Julaine juga disebut telah memenuhi standar regulasi dan kualitas internasional, termasuk EU MDR dan MDSAP. Standar tersebut menjadi bagian dari komitmen Nordberg Medical dalam menghadirkan inovasi estetika dengan memperhatikan aspek keamanan dan kualitas.
Sementara itu, founder Amala Clinic, Kenty Sukardi, menilai perkembangan teknologi kecantikan perlu berjalan beriringan dengan pendekatan personal dan keamanan pasien.
"Keamanan merupakan fondasi utama dari Amala, inovasi merupakan bagian dan bagaimana Amala bertumbuh dan berkembang serta skin longevity merupakan tujuan perjalanan Amala untuk pasien tercinta. Oleh karena itu, sejalan dengan philosophy Amala, kami menghadirkan Julaine of Sweden," ungkap Kenty.
Pendekatan personal tersebut juga menjadi bagian dari konsep intentional aesthetics. Dalam praktiknya, kebutuhan setiap individu tidak bisa disamaratakan karena kondisi kulit, gaya hidup, hingga ekspektasi terhadap hasil perawatan dapat berbeda.
Melalui edukasi dan konsultasi privat, pengunjung diajak memahami perkembangan teknologi estetika sekaligus pentingnya menentukan perawatan berdasarkan kebutuhan kulit masing-masing.
Kolaborasi ini juga menghadirkan perspektif gaya hidup premium melalui showcase kendaraan BMW Tunas, sesi konsultasi kulit, hingga aktivitas Sip & Paint. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa kecantikan kini semakin berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup.
Pada akhirnya, perkembangan estetika regeneratif memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap kecantikan. Bukan hanya mengejar penampilan yang berubah secara instan, tetapi juga memperhatikan kesehatan kulit sebagai bagian dari perawatan diri jangka panjang.