Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Dythia Novianty

Sabtu, 07 November 2026 | 09:09 WIB
Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]
baca 10 detik
  • Pemerintah menggandeng 400 perusahaan pertambangan di Kalimantan Tengah untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
  • Langkah kolaborasi lintas sektor ini bertujuan mempercepat mobilisasi sumber daya, peralatan, dan personel dalam mitigasi bencana.
  • Penguatan infrastruktur air dan pencegahan kebakaran berdampak positif bagi kelancaran aktivitas ekonomi serta kesehatan masyarakat.

Suara.com - Pemerintah memperluas keterlibatan dunia usaha dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sebanyak 400 perusahaan sektor pertambangan digandeng untuk memperkuat penanganan kebakaran, menyusul hampir 200 perusahaan perkebunan dan kehutanan yang lebih dahulu dilibatkan.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat mobilisasi sumber daya perusahaan, mulai dari peralatan, personel, hingga dukungan teknis di wilayah rawan kebakaran.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari mitigasi risiko ekonomi akibat karhutla yang berulang kali mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, keterlibatan ratusan perusahaan tambang diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah.

"Jadi semuanya terlibat. Kemarin yang dari sektor kehutanan dan perkebunan terlibat hampir 200 pengusaha, perusahaan di sektor perkebunan dan kehutanan. Hari ini yang kita undang ada 400 unit usaha di sektor pertambangan dan tadi telah menyatakan langkah-langkah tindak lanjut," kata Faisol dilansir dari laman Antara, Sabtu (7/11/2026).

Dengan tambahan tersebut, pemerintah berupaya mengonsolidasikan dukungan hampir 600 unit usaha dari sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan untuk memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Karhutla Berisiko Ganggu Produktivitas dan Aktivitas Ekonomi

Pelibatan sektor swasta menjadi penting karena dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan.

baca juga

Kebakaran yang meluas dapat menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat transportasi, serta menekan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo mengatakan, kabut asap akibat karhutla berpotensi mengganggu operasional penerbangan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.

Gangguan terhadap transportasi udara juga berpotensi menimbulkan efek berantai bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan kegiatan bisnis yang bergantung pada kelancaran konektivitas antardaerah.

Karena itu, pemerintah daerah menilai penanganan karhutla perlu dilakukan melalui mitigasi jangka panjang, bukan hanya pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.

Salah satu prioritasnya adalah menjaga kelembapan ekosistem gambut melalui pembangunan sumur bor dan pengelolaan hidrologi. Ketersediaan sumber air dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berulang, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Menurut Edy, kebutuhan personel pemadaman dapat meningkat seiring meluasnya titik kebakaran. Namun, dukungan sumber air melalui sumur bor tetap menjadi salah satu kebutuhan utama dalam operasi di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang

Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:02 WIB

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa, PNM dan Abpednas Berkolaborasi Perkuat Literasi Keuangan

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa, PNM dan Abpednas Berkolaborasi Perkuat Literasi Keuangan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:21 WIB

Berkat Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Jadi Perkasa ke Level Rp18.082/USD

Berkat Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Jadi Perkasa ke Level Rp18.082/USD

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:20 WIB

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Youth Economic Summit 2026 Digelar 7 November, Ajak Anak Muda Bahas Masa Depan Ekonomi

Youth Economic Summit 2026 Digelar 7 November, Ajak Anak Muda Bahas Masa Depan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:09 WIB

Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden

Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:06 WIB

Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 09:00 WIB

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 08:44 WIB

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

Jawa Tengah | Sabtu, 07 November 2026 | 08:42 WIB

Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran

Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:36 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:33 WIB

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:26 WIB

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:23 WIB

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 08:22 WIB

×