Jika di Stadion Kanjuruhan, gate 13 menjadi tempat paling banyak jatuh korban jiwa maka di Estadio Nacional, area keluar tribun utara tepatnya di gate 10, 11 dan 17 menjadi kuburan bagi banyak suporter pada hari itu.
"Banyak wanita dan anak-anak bergelimpangan kehabisan nafas dan terinjak-injak oleh para suporter lain yang panik. Teriakan minta tolong para korban sangat menyayat hati," tulis salah satu media lokal Peru.
Pasca insiden itu, pemerintah Peru umumkan 7 hari masa berkabung nasional. Beberapa bulan setelah insiden, Komandan Azambuja mendapat hukuman 30 bulan penjara.
Salah satu hakim yang bertugas menyelidiki tragedi ini, Benjamin Castaneda bertahun-tahun setelahnya mengungkap fakta lain bahwa jumlah korban jiwa lebih banyak dari catatan pemerintah Peru.
Dalam laporan yudisial yang ia terbitkan bahwa pemerintah tidak mencantumkan atau menghilangkan jumlah korban tewas akibat tembakan peluru tajam oleh aparat kepolisian.
Castaneda kemudian menunjuk bahwa orang yang paling bertanggung jawab pada tragedi ini ialah Juan Languasco, menteri dalam negeri Peru yang memiliki tanggung jawab penuh pada kepolisian.
Sayangnya ofisial pertandingan pada tragedi itu sampai sekarang tidak pernah didakwa secara hukum.