Duka kembali datang dari dunia sepak bola. Satu orang suporter berusia 57 tahun bernama Cesar Regueiro meninggal dunia akibat tindakan represi aparat kepolisian saat kisruh pertandingan antara Gimnasia vs Boca Juniors di Liga Argentina.
Mengutip dari laporan Tyc Sports, korban tewas ditemukan di pintu keluar stadion saat pecah rusuh antar suporter di Stadion Juan Carmelo Zerillo, La Plata, Argentina, pada Jumat (7/10/2022).
Kericuhan antar suporter itu sendiri terjadi di luar stadion. Menurut keterangan sementara media lokal, penyebab ricuh dikarenakan membludaknya jumlah penonton pada stadion yang hanya berkapasitas 21 ribu tempat duduk tersebut.
Pihak panpel pertandingan dari laporan media Argentina itu menyebut bahwa mereka harus menutup gerbang masuk lebih awal karena membludaknya penonton.
Kapasitas Stadion diketahui telah penuh sedangkan masih banyak pemilik tiket yang belum masuk. Salah seorang saksi mata menuturkan bahwa penyebab dari tewasnya satu orang suporter masih simpang siur, ada yang mengatakan korban tewas karena serangan jantung.
Penyebab tewasnya korban akibat serangan jantung kemudian dibenarkan oleh Menteri Keamanan Buenos Aires, Sergio Berni. Menurut Berni, korban tewas akibat serangan jantung di luar stadion.
"Saat saya keluar stadion, saya mendapat informasi ada seseorang yang meninggal karena serangan jantung," kata Berni.
Berni juga menyebut bahwa korban yang merupakan seorang pegawai di pemerintah kota memiliki riwayat penyakit jantung.
Akan tetapi pernyataan dari pemerintah ini dibantah oleh sejumlah pendukung Boca dan Gimnasia. Menurut mereka, ada faktor kekerasan aparat dan tembakan gas air mata yang membuat suporter menjadi panik dan sebabkan jatuhnya korban jiwa.
Baca Juga: Setelah Salat Gaib Mengalir dari Mana-mana, Giliran Umat Hindu Ruwat Stadion Kanjuruhan
"Informasi pertama dari pendukung Boca bahwa di area sekitaran stadion, memang muncul ketegangan dengan pihak kepolisian dan daerah tersebut sudah terkontaminasi dengan tembakan gas air mata dari polisi." tulis media lokal setempat.
"Korban terkena paparan gas air mata sehingga membuatnya sempat jatuh pingsan dan sejumlah suporter mencoba untuk memberikan pertolongan pertama namun korban meninggal dunia di mobil ambulance,"
Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan bahwa masih ada tiga orang lagi di rumah sakit yang saat ini dalam kondisi kritis.