Benarkah Suporter Indonesia Identik dengan Aksi Kekerasan dan Fanatisme Buta?

Blitz | Suara.com

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:56 WIB
Benarkah Suporter Indonesia Identik dengan Aksi Kekerasan dan Fanatisme Buta?
Suporter di Stadion Kanjuruhan | Antara Foto

Pasca tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang dan ratusan orang lainnya, publik terpecah. Ada yang mengatakan bahwa sikap represif kepolisian hingga lepaskan gas air mata berawal dari turunnya satu dua orang suporter usai laga Arema vs Persebaya pada 1 Oktober 2022. 

Faktanya memang ada satu dua orang suporter yang turun ke lapangan. Dari kubu Aremania menegaskan bahwa turunnya sejumlah suporter tidak didasari niat untuk mencelakai pemain yang ada di lapangan. 

Menurut pihak kepolisian, ada potensi dari suporter turun ke lapangan untuk keselamatan para pemain, oficial dan juga wasit. 

Perdebatan pun mengarah pada tingah laku suporter. Meski sudah jadi korban, para suporter dituding jadi biang kerok tragedi berdarah tersebut. 

Meski akhirnya laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan, ada faktor kelalaian PSSI, PT LIB, Panpel hingga aparta kepolisian di tragedi Kanjuruhan. Gas air mata yang ditembakan aparat kepolisian jadi pangkal utama suporter panik dan berhamburan untuk keluar stadion, nahas pintu stadion tertutup. 

Bicara perilaku suporter Indonesia, apakah benar mereka ialah kumpulan orang yang memiliki fanatisme berlebihan yang kemudian dimanifestasikan dalam perilaku agresif seperti kerusuhan antar suporter, pengerusakan fasilitas stadion dan di luar stadion, cacian, cemohan, dan lain-lain? 

Besarnya dukungan suporter tidak saja memberikan konsekuensi positif terhadap tim, melainkan juga memberikan dampak negatif pada tim, terutama akibat tindakan agresi atau kebrutalan yang ditimbulkannya. 

Seperti kerusuhan yang terjadi yang dilakukan pendukung pada saat pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persikab di Bogor dan melawan Persita di Tangerang dalam pertandingan Liga Djarum Indonesia 2008, sehingga Komisi Disiplin PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) menjatuhkan sanksi kepada tim Persija denda sebesar Rp 25.000.000.

Faktor yang berpengaruh pada perilaku agresif sangat beragam dan kompleks. Salah satunya faktor sosial yaitu; pertama, frustasi dimana ketika individu gagal mendapatkan apa yang diinginkan atau diharapkan dan dengan demikian dapat menimbulkan perilaku agresif. 

Kedua, provokasi yaitu aksi yang dilakukan orang lain yang memicu agresi individu, ketika individu mendapatkan perlakuan yang membuatnya marah atau terganggu oleh karena seseorang individu. 

Seperti kasus pada pertandingan antara PSMS Medan dengan PSIS Semarang, manajer PSIS Yoyok Sukawi mencoba memukul wasit Sunarjo karena menilai tidak adil dalam memimpin pertandingan. 

Akibat tindakannya, suporter PSIS jadi terprovokasi dengan melempari wasit dengan tong sampah ketika dia diamankan keluar stadion 

Faktor situasional dapat membuat individu untuk terpancing untuk berperilaku agresif. Faktor meminum minuman keras dalam jumlah yang melewati batas, suhu yang tinggi atau panas, kepadatan, kebisingan dan ditengah keramaian atau massa. 

Hal ini dapat dilihat pada suporter fanatik Dynamo Dresden di Jerman. Sebelum mereka masuk stadion, para suporter menunggu kedatangan tim kesayangannya sambil menikmati minuman beralkohol yaitu bir, sehingga tidak jarang para suporter Dynamo Dresden bentrok dengan suporter lain yang mengakibatkan pihak kepolisian dan dari pihak suporter mengalami luka serius. 

Sejumlah penelitian dilakukan banyak pihak terkait masalah kekerasan suporter. Seperti penelitian dari Suryanto yang rilis pada 2005. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TGIPF Minta Mundur, Iwan Bule Trauma

TGIPF Minta Mundur, Iwan Bule Trauma

| Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:40 WIB

Stadion-stadion Klub Liga 1 Diutamakan Buat Diaudit

Stadion-stadion Klub Liga 1 Diutamakan Buat Diaudit

Bola | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:43 WIB

Polri Tidak akan Gunakan Gas Air Mata dalam Pengamanan Sepak Bola

Polri Tidak akan Gunakan Gas Air Mata dalam Pengamanan Sepak Bola

Sumsel | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:41 WIB

Teddy Minahasa Tersangka Narkoba, MUI Minta Kapolri Segera Berbenah

Teddy Minahasa Tersangka Narkoba, MUI Minta Kapolri Segera Berbenah

Bogor | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:18 WIB

Kapolri Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Peredaran Narkoba, Pengamat ISESS: Kita Apresiasi

Kapolri Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Peredaran Narkoba, Pengamat ISESS: Kita Apresiasi

| Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:10 WIB

Terkini

Libur Lebaran, BRI Andalkan 1,2 Juta BRILink Agen, 627 Ribu Jaringan E-Channel hingga Super App

Libur Lebaran, BRI Andalkan 1,2 Juta BRILink Agen, 627 Ribu Jaringan E-Channel hingga Super App

Sumut | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:00 WIB

Broken Strings Cerita Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming Diangkat ke Layar Lebar

Broken Strings Cerita Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming Diangkat ke Layar Lebar

Entertainment | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:00 WIB

Mengaku News Junkie, Ini Cara Prabowo Pantau Isu Global hingga Dini Hari

Mengaku News Junkie, Ini Cara Prabowo Pantau Isu Global hingga Dini Hari

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:50 WIB

Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:50 WIB

Sinopsis Assi, Film India yang Dibintangi Taapse Pannu dan Kani Kusruti

Sinopsis Assi, Film India yang Dibintangi Taapse Pannu dan Kani Kusruti

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:50 WIB

Demi Empati, Keenan Nasution Akhiri Drama Hukum dengan Almarhum Vidi Aldiano

Demi Empati, Keenan Nasution Akhiri Drama Hukum dengan Almarhum Vidi Aldiano

Entertainment | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:48 WIB

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:38 WIB

Kasus Perdata Hak Royalti Lanjut, Pengacara Vidi Aldiano: Gugatan Salah Salamat

Kasus Perdata Hak Royalti Lanjut, Pengacara Vidi Aldiano: Gugatan Salah Salamat

Entertainment | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:37 WIB

Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya

Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:35 WIB

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:33 WIB