Dari penelitian itu disebutkan kekerasan pada suporter sepak bola Jawa Timur pada PON XV/2000 mengatakan walaupun suporter tersebut pernah berkonflik ketika membela klub nya masing-masing, tetapi interaksi sesama penonton yang pernah berkonflik di saat mendukung klub sepak bola sangat baik.
Ada pencairan identitas sosial penonton sepak bola ketika kepentingan dan tujuan yang lebih tinggi yang harus dicapai. Seperti Lamongan, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang, Kediri, dan lain-lain kota di Jawa Timur tidak lagi menjadi sasaran identitas tersebut.
Semua pendukung tim kota beralih menjadi pendukung tim wilayah propinsi. Peralihan dukungan tentunya dilandasi oleh problem-problem psikologis seperti persepsi, interaksi dan faktor situasional yang memungkinkan kelangsungan proses identifikasi yang dijalani.
Fenomena kerusuhan yang diakibatkan suporter sepak bola di Indonesia tidak hanya terjadi di kota-kota besar, melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Seperti yang terjadi di Medan, saat PSMS Medan melawan PSIS Semarang di Stadion Teladan.
Sebelum pertandingan selesai ribuan suporter yang berada di tribun tertutup masuk kedalam lapangan sambil melempari pemain dengan potongan kayu dan besi. Kemarahan massa menyerbu pemain ke tengah lapangan, kemungkinan disebabkan kekalahan yang diderita PSMS Medan.
PSMS Medan sendiri memiliki dua suporter resmi yang sudah terdaftar dalam Assosiasi Suporter Seluruh Indonesia yaitu KAMPAK FC dan SMeck FC. Walaupun keduanya sama-sama mendukung PSMS Medan tetapi kedua komunitas tersebut berbeda secara organisasi.
Kampak FC adalah singkatan dari Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam kinantan yang berdiri pada tanggal 14 Februari 2001 dan menjadi suporter resmi yang mendukung tim sepak bola professional yaitu PSMS Medan. KAMPAK FC mempunyai visi dan misi sebagai badan usaha yang kreatif dan inovatif untuk mengawal dan mendukung PSMS Medan untuk menjurai Liga Indonesia.
Demikian juga dengan SMeCK FC yang merupakan singkatan dari Suporter Medan Cinta Kinantan yang berdiri pada tanggal 30 September 2003 juga mempunyai tujuan yang sama dengan KAMPAK FC yaitu mendukung PSMS Medan bertanding di liga Indonesia sehingga kejayaan PSMS Medan terangkat lagi di kancah persepakbolaan nasional.