Terobosan! Ratu Tisha, Liana Tasno dan 3 Wanita Lain yang Bisa Gantikan Iwan Bule sebagai Ketum PSSI

Blitz

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 21:52 WIB
Terobosan! Ratu Tisha, Liana Tasno dan 3 Wanita Lain yang Bisa Gantikan Iwan Bule sebagai Ketum PSSI
Liana Tasno | Instagram @lianatasno

Sebelum akhirnya terjun ke dunia sepak bola, Liana Tasno sebenarnya lebih dulu berkecimpung di olahraga lain, yaitu basket.

Perempuan kelahiran 19 Juli 1984 itu berkecimpung di olahraga basket dengan menjadi Creative Marketing Indonesian Basketball League (IBL) pada 2016 lalu.

3. Andi Widya Syadzwina

Sosok Andi Widya Syadzwina atau yang akrab disapa Wina dirasa cukup pas untuk mengemban tugas sebagai Sekjen PSSI. Bagi publik sepakbola Makassar, sosok Wina tidaklah asing. Wina ialah satu-satunya perempuan yang menjadi media officer (MO) klub di Liga 1 2018. 

Sekedar informasi tugas seorang MO di sebuah klub sepakbola tak jauh berbeda dengan seorang humas di suatu perusahaan atau organisasi. Secara garis besar tugasnya ialah memberi informasi kepada publik dan kepada awak media tentang perkembangan teranyar klubnya. 

Jabatan sebagai MO PSM Makassar pertama kali diemban oleh Wina pada 2011 namun pada 2014 ia memilih untuk mengundurkan diri karena ingin fokus untuk menyelesaikan studinya. Pada 2017, Wina kembali menjabat sebagai MO PSM dan kembalinya Wina mendapat sambutan menyenangkan dari publik sepakbola Makassar. 

Perempuan jebolan Universitas Padjajaran dan Univeristas Hasanuddin ini juga sempat menjabat sebagai marketing & Communication Head PT GMTD Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan real estate dan urban development, serta menjalankan usaha dalam bidang jasa termasuk pembangunan perumahan, apartemen, kondominium, hotel, kawasan pariwisata, dan pusat-pusat komersial lainnya. 

Dengan rekam jejak karier tersebut tak mengherankan sosok Wina memang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjalankan tugas-tugas seorang Ketum PSSI

Yang lebih menarik juga, Wina memiliki thesis berjudul 'Studi Fenomenologi Perilaku Komunikasi Suporter Fanatik Sepakbola dalam Memberikan Dukungan pada PSM Makassar', tentu saja Wina akan memiliki masukan berarti untuk menyelesaikan masalah suporter di Indonesia. 

baca juga

4. Sally Atyasasmi

Bagi publik Bojonegoro nama Sally Atyasasmi cukup familiar. Sosok perempuan berparas cantik ini mempunyai rekam jejak cukup positif di mata masyarakat, pasalnya selain ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally juga dikenal cukup aktif di sejumlah kegiatan sosial, perempuan, anak, hingga pencegahan HIV/AIDS. Sally juga memiliki komunitas bernama Sally Care yag berfungsi untuk menukar ide dan kritik membangun. 

Nah untuk rekam jejak Sally di bidang sepak bola, Sally saat ini menjabat sebagai manajer klub Persibo Bojonegoro. Perempuan S2 lulusan Universitas Indonesia jurusan Ilmu Kesehatan ini sebelum menjabat sebagai manajer Persibo sudah cukup lama berkecimpung di sepakbola Bojonegoro pasalnya pada 2015 ia diberi tanggung jawab sebagai bendahara klub. 

Bagaimana kiprah Persibo sejak Sally sebagai seorang manajer? Tim berjuluk Laskar Kalimanyat ini memang masih berkutat di Liga 3 2018. Persibo gagal masuk ke babak 16 besar Liga 3, karena raihan yang kurang mengenakkan ini pihak suporter Persibo Bojonegoro atau yang dikenal dengan sebutan Curva Nord 1949 meminta bergerak cepat untuk membuat kerangka tim demi mengarungi Liga 3 di musim depan. 

Pihak klub meminta manajemen klub untuk tidak lagi mempersiapkan tim secara mendadak untuk mengarungi Liga 3 yang bisa berdampak kepada hasil tak mengenakkan seperti yang dialami pada musim ini. Catatan ini yang menjadi ganjalan untuk seorang Sally sebagai seorang manajer klub sepakbola. 

5. Esti Puji Lestari 

Sosok satu ini juga memiliki kapasitas yang sangat mumpuni untuk menggantikan Iwan Bule sebagai Ketum PSSI. Esti merupakan pemilik dari klub Persijap Jepara, selain itu juga sempat mengemban tugas sebagai asisten manajer Timnas Putri U-15 Indonesia.

Esti pertama kali bersentuhan sepakbola Indonesia pada pertengah 2016. Kala itu ia membeli mayoritas saham Persijap Jepara yang dimiliki oleh M.Said Basalamah. Mengapa Esti memilih Persijap? "Persijap memiliki nilai histori yang panjang bagi saya. Suami saya pernah bermain di klub ini," kata istri dari Carlos Sciucatti, pesepakbola asal Argentina yang juga pernah membela Mitra Kukar.

Menariknya masuknya Esti ke sepakbola nasional dilatarbelakangi pengalaman pahit sang suami bermain di Indonesia. Menurut Esti kala itu Raul mengalami masalah seperti gaji tak dibayar, KITAS tak diurus, cedera tak diurus dan masalah klasik lainnya.

Bukan perkara mudah bagi seorang Esti untuk tetap konsisten mengurus klub sepakbola di tengah carut marutnya kompetisi sepakbola nasional. 

Ia tidak hanya bertarung dengan mafia-mafia yang ada di kompetisi sepakbola negeri ini namun ia juga harus bertahan menghadapi tuntunan para suporter. Suara suporter untuk meminta Persijap Jepara jadi lebih baik memang hal lumrah dan Esti mau tak mau memang harus mengurusi suara-suara itu.

Esti juga sebagai sosok yang cukup fokus soal pembinaan usia muda memang perlu digarisbawahi, pasalnya Esti salah satu pemilik klub sepakbola yang memiliki fokus pada pengembangan dan pembinaan pemain muda. Bahkan Esti juga tak lupa untuk membangun sepakbola wanita.

Esti beberapa kali coba mendorong PSSI untuk bisa menyelenggarakan kompetisi untuk para pesepakbola wanita. 

"Coba semua tim sepakbola di indonesia memiliki tim wanita, pastinya atlet sepakbola yang dimiliki akan meningkat dua kali lipat,” kata Esti. 

Khusus Persijap Jepara sendiri sudah memiliki tim sepakbola wanita. Dan sekedar informasi untuk sekedar membangun klub pesepakbola wanita butuh dana kurang lebih sebesar Rp 7,5 miliar.

Salah satu aksi nyata dari Esti untuk membangun sepakbola wanita Indonesia ialah konsisten pada Piala Putri Nusantara. Pada tahun lalu, event ini terselenggara di Jepara dari 9-14 Maret 2017 lalu. Untuk konsisten pada sepakbola wanita, Esti membangun Yayasan Citra Raga yang terbentuk pada 2012. 

Yayasan ini merupakan yayasan Non profit dengan tujuan dasar membina usia dini di sepak bola dengan mengadakan coaching clinic di daerah pelosok, salah satunya Jepara, Sukabumi dan Flores.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dongkel Iwan Bule sebagai Ketum PSSI Bukan Solusi, Jokowi Harus Tiru Australia: Bubarkan Federasi Bola

Dongkel Iwan Bule sebagai Ketum PSSI Bukan Solusi, Jokowi Harus Tiru Australia: Bubarkan Federasi Bola

Blitz | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 21:11 WIB

Walaupun Tragedi Kanjuruhan Menjadi Pemberitaan Dunia, Indonesia Tetap Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2023

Walaupun Tragedi Kanjuruhan Menjadi Pemberitaan Dunia, Indonesia Tetap Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2023

Selebtek | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 21:09 WIB

Menpora Digeruduk Warganet Gegara Minta Pemerintah Tak Campuri PSSI, 'Mana Rasa Kemanusiaanmu?'

Menpora Digeruduk Warganet Gegara Minta Pemerintah Tak Campuri PSSI, 'Mana Rasa Kemanusiaanmu?'

News | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:03 WIB

AFC Tak Lagi Sebut Indonesia Sebagai Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023, Mundur Gara-gara Tragedi Kanjuruhan?

AFC Tak Lagi Sebut Indonesia Sebagai Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023, Mundur Gara-gara Tragedi Kanjuruhan?

Bola | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:10 WIB

Moral Jadi Alasan Iwan Bule dan Jajarannya Harus Mundur dari PSSI

Moral Jadi Alasan Iwan Bule dan Jajarannya Harus Mundur dari PSSI

Bandung | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 18:21 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×