Persib kehilangan pelatih Luis Milla yang putuskan mundur di pekan ke-3 BRI Liga 1 2023-2024. Pasca hasil imbang 2-2 melawan Dewa United di Stadion GBLA, Jumat (14/7), Milla putuskan mundur.
Pihak Persib dalam rilis resmi menyebut alasan Luis Milla mundur lantaran masalah pribadi. "Faktor persoalan pribadi menjadi alasan di balik pengambilan keputusan pelatih berusia 57 tahun tersebut,"
Mengutip dari rilis resmi disebutkan bahwa masalah pribadi itu sudah lama dialami Luis Milla. Meski dalam pernyataan tak disebutkan secara spesifik masalah pribadi itu.
"Diketahui, persoalan ini telah merundung Milla sejak lama, tapi baru terungkap saat ini yang menurutnya menjadi waktu terbaik agar stabilitas tim di Liga 1 musim ini terjaga,"
Untuk sementara, Persib dilatih oleh Yaya Sunarya dibantu oleh Bayu Eka Sari dan Luizinho Passos. Manajemen Persib tentu saja akan mencari pelatih tetap yang akan gantikan peran Milla karena BRI Liga 1 musim ini masih sangat panjang.
Salah satu kandidat yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan manajemen ialah legenda Persija, Bambang Pamungkas.
Bepe sempat menjadi manajer Persija Jakarta, namun pada 29 Maret 2021, ia tak lagi emban tugas itu. Kontrak Bepe sebagai manajer tim berakhir pada Januari 2021.
Bepe memang belum pernah jadi pelatih kepala, namun cukup kenal dengan sepak bola Bandug. Bepe pernah bermain di Pelita Bandung Raya pada 2013.
Yang menarik, Bambang Pamungkas sempat menyebut bahwa ia memang ingin menjadi pelatih.
Baca Juga: Persib Kehilangan Sosok Penting Jelang Lawan Dewa United, Luis Milla Bisa Apa?
"Saya lebih memilih melatih timnas. Jadi gini, saya pernah diberi pertanyaan, bagaimana kalau Bambang jadi Ketua Umum PSSI? Saya jawab, saya bukan pribadi yang cocok di balik meja. Saya terbiasa di lapangan, misalnya pelatih timnas. Kenapa tidak?" kata Bepe di kanal YouTube milik Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah, Kamis (21/5/2020).
"Tapi, saat ini saya belum mempersiapkan apa pun kebutuhan untuk menjadi pelatih timnas. Di saat teman-teman saya levelnya sudah A (AFC), Firman (Utina) sudah A, Ponaryo (Astaman) sudah A, Budi Sudarsono sudah A, dan sebagainya. Sementara saya C pun belum," jelasnya.