Gibran Rakabumi Raka digadang-gadang bakal jadi calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2024.
Hari ini, Senin (16/10), Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan membacakan putusan uji materi Pasal 169 huruf q Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum soal batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Keputusan dari MK ini ditunggu publik, jika pihak MK meresmikkan batas usai capres dan cawapres menjadi 35 tahun, sejumlah pihak menganggap hal itu sama saja memberikan karpet merah untuk Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Nama Gibran Rakabuming belakangan mencuat sebagai cawapres dari Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024.
Sejumlah partai pendukung Prabowo, seperti Golkar lewat ketum mereka, Airlangga Hartanto mengatakan bahwa Gibran menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan.
Munculnya nama Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024 menjadi sorotan banyak pihak. Boleh dbilang jika menengok ke belakang, karier politik Gibran masih 'seumur jagung'.
Gibran Rakabuming pada 23 September 2019 resmi bergabung menjadi kader PDIP. Saat itu, putra sulung Jokowi mendaftar sebagai kader PDIP lewat ranting Manahan, bagian dari PAC Banjarsari, Surakarta.
Masuknya Gibran sebagai kader PDIP saat itu memunculkan spekulasi kuat bahwa ia akan maju sebagai calon wali kota Surakarta pada Pilkada 2020. Sejak Juli 2019, Gibran dianggap sebagai kandidat kuat jadi wali kota Surakarta.
Menariknya, Presiden Jokowi saat itu sempat membantah bahwa anaknya jadi kader PDIP untuk maju di Pemilihan Wali Kota Surakarta 2020.
Baca Juga: Viral Bapak Tua Dikeroyok di Stasiun Solo Balapan, Gibran Rakabuming Geram: Saya Cari Orangnya!
Faktanya kemudian, pada Juli 2020, PDIP resmi mendukung Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota Surakarta berpasangan dengan Teguh Prakosa.
Pada Kamis 21 Januari 2021 KPU Kota Solo menetapkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai pemenang Pemilihan Wali Kota Surakarta 2020.
Gibran/Teguh saat itu meraih kemenangan mutlak. Pasangan ini memperoleh 86,53 persen atau 224.451 suara sah. Sementara pasangan Bagyo-Supardjo hanya mendapat 35.055 atau 13,5 persen suara sah.
Kini jelang Pilpres 2024, munculnya nama Gibran sebagai cawapres Prabowo jadi pro dan kontra. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah sesumbar mengatakan bahwa Gibran merupakan satu dari empat cawapres Prabowo.
"Iya salah satunya, salah satunya," ujar Fahri seperti dikutip dari Suara.com
Dikatakan oleh Fahri, Gibran mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat dampingi Prabowo lantaran punya kapabilitas dan merupakan perwakilan dari generasi milenial.