Keputusan BOPI Dinilai Kebablasan

Syaiful Rachman

Jum'at, 10 April 2015 | 22:16 WIB
Keputusan BOPI Dinilai Kebablasan
Aksi unjuk rasa pendukung Persebaya [Antara]
Keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan sanksi pada PSSI dan klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia dinilai kebablasan. Pasalnya,  lembaga bentukan pemerintah itu dinilai terlalu jauh mengurusi persepakbolaan nasional.

"BOPI itu tugasnya seharusnya membantu seluruh cabang olahraga profesional, tidak ada urusan untuk mematikan atau menyusahkan cabang-cabang olahraga," kata mantan Plt Ketua BOPI Harjo Yuniarto dalam Diskusi Olahraga Profesional Indonesia, di Hotel Blue Sky, Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Menurut dia, sesuai dengan Pasal 87 Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional dan Pembinaan dan Pengembangan sesuai pasal 58 undang-undang Nomor 3 Tahun 2005, tugas BOPI diantaranya melakukan pengawasan dan pengendalian.

Namun, BOPI ternyata melangkah lebih jauh dan bahkan melarang dua klub yaitu Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia dilarang turun dikompetisi tertinggi di Tanah Air karena tidak mampu lolos verifikasi terutama masalah legalitas tim.

"Kalau memang ingin menyelenggarakan sepak bola yang benar, beliau harus membuka pintu lebar untuk mendengar kritikan atau dukugan dari berbagai insan olahraga atau komunitas olahraga, bukan membentengi dengan orang-orangnya," katanya menambahkan.

Pria yang juga mantan Sekjen BOPI itu menjelasan, lembaga bentukan Kemenpora itu saat ini dibentengi oleh kelompok yang berseberangan dengan yang mengendalikan PSSI saat ini.

"Apakah orang ini yang memberikan informasi keliru sehingga kebijakan yang diputusakan menjadi keliru? Kenapa BOPI berani mengambil kebijakan yang jauh dari campur tangan dan kepanjangan tangan dia," katanya menegaskan.

Pernyataan sama dikatakan anggota Komite ad hoc Sinergis PSSI Togar Manahen Nero. Menurut dia, langkah yang dilakukan BOPI terlalu jauh. Untuk pihaknya menghimbau agar lembaga yang diketuai oleh Noor Aman itu dibubarkan.

Meski terus mendapatkan sorotan, BOPI tetap bekerja sesuai dengan tugasnya. Bahkan saat ini kembali mengeluarkan surat yang ditujukan kepada PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga Super Indonesia QNB.

Dalam surat dengan nomor 052/BOPI/KU/IV/2015, BOPI memberikan terguran tertulis terkait pelaksanaan jadwal kompetisi 2015. BOPI meminta kompetisi yang saat ini dihentikan sementara berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"BOPI mengingatkan kepada PT Liga Indonesia untuk tetap menyelenggarakan kompetisi sesuai jadwal yang diberikan. Jika surat teguran tak diindahkan PT Liga, maka dapat berakibat pada pelaksanaan evaluasi atas rekomendasi yang diberikan BOPI kepada PT Liga Indonesia," kata surat yang ditandatangani oleh Ketua BOPI Noor Aman itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×