Array

Dua Mantan Pelatih Akui Ada Praktik Pengaturan Skor

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 17 Juni 2015 | 23:25 WIB
Dua Mantan Pelatih Akui Ada Praktik Pengaturan Skor
Ilustrasi Pengaturan Skor [Shutterstock]

Suara.com - Dua mantan pelatih sepak bola dari klub Persigres Gresik dan Persipur Purwodadi mengakui adanya praktik pengaturan skor di kompetisi sepak bola nasional.

"Selama saya menangani klub sepak bola pernah tiga kali mengalami penawaran pengaturan skor," kata mantan pelatih Persigres Gresik, Agus Yuwono dalam konferensi pers yang diadakan oleh Tim Advokasi #IndonesiaVsMafiaBola di Jakarta, Rabu malam (17/6/2015).

Agus mengatakan mendapat tawaran pengaturan skor saat menangani klub Persidafon Dofonsoro satu kali dan dua kali saat menangani Persigres Gresik. Agus menjelaskan didatangi oleh orang tak dikenal yang menawarkan uang sebesar Rp150 juta untuk dirinya apabila menuruti keinginan orang tersebut.

"Saya ditawarkan uang Rp150 juta, imbalannya meminta (kekalahan Persidafon) skor 3-0 atau 3-1. Saya tidak mau dan saya serahkan ke manajemen," kata Agus menceritakan pertandingan pada tahun 2012.

Agus mengatakan kembali ditawarkan tambahan uang sebesar Rp50 juta sebelum pertandingan dimulai, namum ia tetap menolaknya.

Begitu juga dengan pertandingan saat ia menangani Persigres Gresik pada 2013-2014 yang ditawarkan uang tunai sebesar Rp200 juta.

Mantan pelatih Persipur Purwodadi Gunawan juga mengakui adanya praktik suap demi pengaturan skor pertandingan tersebut.

"Saya membenarkan bahwa kompetisi di Indonesia ada praktik match fixing. Salah satunya saat saya di Purwodadi, dari manajer sampai tukamg cuci baju tahu semua," kata Gunawan.

Agus menyatakan bahwa dirinya berkata jujur apa adanya tentang praktik pengaturan skor tersebut.

"Apa yang saya ceritakan adalah yang saya alami sendiri. Saya berkata jujur apa adanya," kata Agus.

Seseorang berinisial BS yang mengaku sebagai pelaku "match fixing" melaporkan dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia di ajang nasional dan internasional ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (16/6) sore.

BS yang diampingi oleh sejumlah lembaga bantuan hukum tersebut melaporkan adanya tindak pidana penyuapan di beberapa kasus persepakbolaan Indonesia dalam kurun tahun 2000 hingga 2015.

Dalam laporan polisi yang dibuat pukul 15.00 WIB Selasa 16 Juni 2015 itu disebutkan penyuapan periode 2000-2010 menggunakan dana APBD. Sedangkan dana penyuapan periode 2010-2015 berasal dari investor Malaysia berinisial DAS.

BS melaporkan manajer klub, pemain, dan beberapa pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diduga melakukan pengaturan skor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI