PSSI Ulang Tahun, La Nyalla "Curhat"

Syaiful Rachman

Selasa, 19 April 2016 | 18:00 WIB
PSSI Ulang Tahun, La Nyalla "Curhat"
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Matalitti ketika mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Selasa (21/4) Antara Foto/Reno Esnir.

Suara.com - Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti "curhat" kondisi pribadi dialami saat ini dan persepakbolaan nasional pada syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ke-86 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa.

Namun, curhatan orang nomor satu di induk organisasi sepak bola Indonesia itu tidak dilakukan secara langsung, karena hanya melalui tulisan di atas kertas yang dibacakan oleh Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan dihadapan undangan.

Ketidakhadiran La Nyalla Mattalitti di HUT PSSI ke-86 ini bukan tanpa alasan. Pria yang juga Ketua Kadin Jawa Timur saat ini tersangkut masalah hukum dan keberadaannya belum diketahui publik. Ada dugaan, petinggi PSSI ini berada di Singapura.

Dalam sambutan tertulis sebanyak sembilan lembar ini, La Nyalla membicarakan masalah terbentuknya Tim Sembilan oleh pemerintah yang mempunyai tugas mereformasi PSSI. Tata kelola nasional harus dibongkar dan diubah menjadi yang lebih baik.

"PSSI dituding tidak becus mengelola organisasi sepak bola. Bahkan PSSI dituduh sarang mafia bola, sarang pengatur skor dan semua tuduhan jahat terkait sepak bola. Kompetisi Liga Indonesia juga diganjal. Puncaknya tanggal 17 April 2015 Menpora mengeluarkan SK Pembekuan PSSI," katanya seperti yang dibacakan Hinca.

"Benarkan PSSI tidak becus mengelola sepak bola? Benarkan PSSI sarang mafia? Benarkan PSSI pengatur skor kompetisi? Siapakah pelakunya? Siapkan di antaranya anggota Komite Eksekutif PSSI terpilih di KLB Surabaya menjadi pelaku yang dituduhkan itu?," katanya lagi.

"Sebut saja siapa pelaku pengakuan skor di Komite Eksekutif PSSI yang kemarin terpilih di KLB Surabaya? Langsung saja tunjuk hiidung. Siapa mafia bola dari 15 Komite Eksekutif PSSI ini. Tapi ingat, buktikan. Jangan asal menuduh dan menfitnah," tegasnya.

Atas kondisi tersebut, tidak hanya dirinya dan pengurus yang merasa didzolimi, namun institusi PSSI. Hasilnya banyak hal yang dirugikan juga. Timnas senior tidak bisa berlaga di kualifikasi pra piala dunia, timnas U-19 tidak bisa turun di AFF Championship hingga pelatih sepak bola dan wasit yang tidak bisa meneruskan program kursus lisensi.

Tiba-tiba masalah diskusi tentang tata kelola sepak bola hilang dan muncul menjadi diskusi KLB PSSI untuk memilih pengurus baru. KLB dinilai bukan solusi. Pencabutan pembekuan dan pemerintah melaksanakan keputusan hukum dinilai sebuah keputusan yang tepat.

Bergulirkan kompetisi Indonesia Soccer Championship serta Divisi di bawahnya diharapkan menjadi perekat untuk mengakhiri kemelut persepakbolaan nasional. PSSI dan pemerintah diharapkan satu irama untuk mendorongan ajang sepak bola profesional dengan baik.

Terkait masalah hukum yang membelitnya, La Nyalla menegaskan jika hal tersebut dalam kapasitas sebagai Ketua Kadin Jawa Timur dan ditetapkan tersangka oleh Kajati Jatim. Namun, penetapan tersebut dimenangkan di pra-peradilan meski akhirnya ditetapkan sebagai tersangka lagi dengan kasus sama.

"Biarlah perkara ini saya hadapi dan saya perjuangan. Pengorbanan akan selalu ada. Saya mohon doa bapak ibu saudara sekalian agar kebenaran ditunjukkan oleh Yang Maha Kuasa," kata La Nyalla menutup sambutannya.

Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan mengatakan, sambuat tertulis Ketua Umum PSSI ini merupakan yang terbaik dan runtut. Dengan momen HUT PSSI ke-86 ini diharapkan semua permasalahan yang terjadi pada persepakbolaan nasional tuntas.

"Mendapatkan kartu kuning dari FIFA aja rasanya kayak gini. Apalagi kartu merah. Saya belum bisa menjelaskan. Yang jelas pada kongres FIFA Mei nanti kami akan berjuang agar sanksi tidak diperberat," ucap Hinca.

Dalam syukuran HUT PSSI ini juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar, anggota Komite Eksekutif PSSI, perwakilan KONI dan KOI, mantan pemain nasional, perwakilan klub dan Asprov hingga anak yatim dari salah satu yayasan di Cipulir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Segini Kisaran Kompensasi yang Harus Dibayar PSSI Jika Memecat John Herdman Sekarang

Segini Kisaran Kompensasi yang Harus Dibayar PSSI Jika Memecat John Herdman Sekarang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

Vietnam hingga Thailand Bawa Skuad Terbaik, Erick Thohir Ungkap Keistimewaan FIFA ASEAN Cup 2026

Vietnam hingga Thailand Bawa Skuad Terbaik, Erick Thohir Ungkap Keistimewaan FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:39 WIB

Penampakan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Umbar Janji Manis, Apa Itu?

Penampakan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Umbar Janji Manis, Apa Itu?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:28 WIB

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:05 WIB

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Persija Dijatuhi 4 Sanksi Buntut Duel Kontra Persib di GBK, Terusir dari Jakarta dan Denda Jutaan

Persija Dijatuhi 4 Sanksi Buntut Duel Kontra Persib di GBK, Terusir dari Jakarta dan Denda Jutaan

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 12:46 WIB

Breakingnews: AFC Sanksi PSSI, Lakukan Pelanggaran Berulang!

Breakingnews: AFC Sanksi PSSI, Lakukan Pelanggaran Berulang!

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 16:29 WIB

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

Timnas Indonesia Harus Main Tandang pada November, Erick Thohir: Kita Ngalah untuk BTS

Timnas Indonesia Harus Main Tandang pada November, Erick Thohir: Kita Ngalah untuk BTS

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 13:48 WIB

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

Video | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×