Karena Flare, Arema Didenda Rp10 Juta

Reky Kalumata

Minggu, 08 Mei 2016 | 11:58 WIB
Karena Flare, Arema Didenda Rp10 Juta
Ilustrasi fans nyalakan flare. (Shutterstock)

Suara.com - Tim Arema Cronus dijatuhkan hukuman didenda sebesar Rp10 juta oleh operator turnamen Indonesia Soccer Championship karena penyalaan flare yang dilakukan Aremania atau suporter Arema saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Ketua Panpel Arema Abdul Harris di Malang, Minggu (8/5/2016), mengakui tim berjuluk Singo Edan itu dijatuhi sanksi denda sebesar Rp10 juta oleh operator kompetisi ISC. "Surat pemberian sanksi tersebut kami terima Jumat (6/5) dan dendanya juga harus segera dibayarkan. Paling lambat tujuh hari setelah sanksi tersebut dijatuhkan," katanya.

Sanksi membayar denda sebesar Rp10 juta itu diberikan kepada Arema menyusul penyalaan flare pada pertandingan pertama Arema saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (1/5). Meski flare dinyalakan pada menit 90+3 atau menjelang bubaran, Komisi Disiplin (Komdis) tetap menyatakan itu pelanggaran.

Berdasar banyaknya bukti yang kuat, Arema mau tidak mau harus membayar denda Rp10 juta atas pelanggaran tersebut. Surat keputusan terkait sanksi tersebut ditandatangani Ketua Komisi Disiplin TSC, Asep Edwin Firdaus.

Arema kena denda karena melanggar pasal 60 huruf B dan E, serta pasal 62 ayat 3 kode disiplin ISC. Dan, apabila ke depan masih melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi yang lebih besar. "Bisa kena denda lebih besar lagi dan Arema terancam main tanpa suporter," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, manajemen berharap Aremania bisa lebih dewasa dan berhati-hati karena tindakan seperti itu sangat merugikan, terlebih kepada tim.

"Jangan ada lagi yang membawa flare, kembang api, atau petasan karena penyelenggara kompetisi sangat serius dan tegas, pelanggaran yang dilakukan suporter yang menanggung akibatnya adalah tim," tegasnya.

Pada laga perdana di ajang ISC yang menjamu Persiba Balikpapan, Arema mampu mengungguli tamunya dengan skor 2-0. Hanya saja, keunggulan itu harus dibayar sangat mahal karena tiga pemain Arema harus dilarikan ke rumah sakit akibat dilanggar pemain Persiba yakni Cristian Gonzales hingga saat ini harus menjalani rawat inap di rumah sakit, bahkan sudah dirujuk di RS Surabaya karean mengalami patah tulang rusuk.

Selain itu ada Dendi Santoso yang juga dilarikan ke rumah sakit sebelum pertandingan usai karena mengalami patah kaki dan harus menjalani operasi setelah dilanggar Abdul Rahman, serta Syaiful Indra Cahya. juga harus ditandu dan posisinya digantikan Sunarto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perbedaan Arema FC dan Arema Indonesia, Salah Satunya Berencana Membubarkan Diri

Perbedaan Arema FC dan Arema Indonesia, Salah Satunya Berencana Membubarkan Diri

Bola | Senin, 30 Januari 2023 | 15:10 WIB

Terkini

Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:30 WIB

Dampak Nikel di Halmahera, Koalisi Sipil Desak Aturan Rantai Pasok RI-Korea

Dampak Nikel di Halmahera, Koalisi Sipil Desak Aturan Rantai Pasok RI-Korea

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:28 WIB

Tepis Isu Perang Bintang, Kapolri: Kasus Penyadapan Listyo Sigit Murni Penegakan Hukum!

Tepis Isu Perang Bintang, Kapolri: Kasus Penyadapan Listyo Sigit Murni Penegakan Hukum!

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:28 WIB

Kasus Kematian Tragis Striker Spanyol: Kiper Jesus Owono Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Kasus Kematian Tragis Striker Spanyol: Kiper Jesus Owono Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Ribuan Anak Korban Amputasi di Gaza Terancam Cacat Permanen Gara-gara Kelakuan Israel Ini

Ribuan Anak Korban Amputasi di Gaza Terancam Cacat Permanen Gara-gara Kelakuan Israel Ini

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Suket Gibran Dibatalkan MA, PKB Kaji Serius Penggunaan Hak Angket di DPR

Suket Gibran Dibatalkan MA, PKB Kaji Serius Penggunaan Hak Angket di DPR

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:24 WIB

Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak

Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak

Sumbar | Kamis, 05 November 2026 | 15:22 WIB

Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?

Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:22 WIB

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat Aplikasi JMO, Praktis Langsung Cair

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat Aplikasi JMO, Praktis Langsung Cair

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:21 WIB

×