Eks Manajer Persibara Siap Menerima Sanksi Komdis PSSI

Reky Kalumata, Adie Prasetyo Nugraha

Rabu, 09 Januari 2019 | 00:15 WIB
Eks Manajer Persibara Siap Menerima Sanksi Komdis PSSI
Eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani usai dipanggil Komite Disiplin (Komdis) PSSI. (Suara.com/Adie Prasetyo)

Suara.com - Eks manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani memenuhi panggilan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait pernyataannya dalam acara talkshow televisi swasta soal adanya dugaan match fixing. Lasmi hadir untuk dimintai keterangan oleh Komdis PSSI.

Lasmi menyampaikan beberapa hal termasuk dugaan adanya pengaturan skor di Liga 3 yang kini juga tengah ditangani oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola bentukan Polri.

Lasmi sudah membuat laporan kepada Polri terkait hal tersebut. Alhasil sejauh ini sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Nurul Fasarid (Wasit), Priyanto, Dwi Irianto alias Mbah Putih (Komdis PSSI), Johar Lin Eng (Exco PSSI), dan mantan wasit futsal Anik Yuni Artika.

Namun, tidak menutup kemungkinan Lasmi dan juga Persibara bakal menerima sanksi dari Komdis PSSI. Pasalnya, Lasmi juga memberikan sejumlah uang agar timnya bisa memenangi pertandingan.

Meski demikian, pada akhirnya Persibara kalah dan Lasmi pun membuat laporan kepada Satgas Anti Mafia Bola dengan pasal penipuan. Terkait hal tersebut, Lasmi menerima jika Komdis PSSI memberikan sanksi kepadanya juga Persibara.

"Saya sudah siap dengan sanksi yang akan diberikan jika memang Komdis misalnya memberikan sanksi ke saya dan Persibara. Sebelum itu pun saya sudah mengundurkan diri dari Persibara," kata Lasmi usai pemeriksaan Komdis PSSI di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

"Saya masih trauma di sepak bola Indonesia karena selama mafia ini masih ada persepakbolaan kita susah maju," ia menambahkan.

Sementara itu, kuasa hukum Lasmi, Boyamin Saiman menyebutkan klienya sudah iklas jika memang nantinya dapat sanksi dari Komdis PSSI. Namun, ia mengatakan posisinya kliennya tersebut sebagai korban, lantaran ketidaktahuan adanya permainan di pertandingan.

"Begini, kalau toh harus dihukum, kami ikhlas untuk kebaikan sepakbola Indonesia," ujar Boyamin.

baca juga

"Jadi semata mata istilahnya jangan dikerjai, bukan minta dimenangkan, bukan minta dibantu dimenangkan, bukan, tapi posisinya levelnya itu tadi, berharap tidak dikerjain, ketika tidak tahu apa-apa kita tidak menyerahkan uang."

"Kita selalu dikerjai, selalu dikadali, itu yang kami katakan ke Komdis tadi, kami ini korban jadi kalau tidak ngerti apa-apa selalu kalah, ketika mengadu harusnya ini dibela. Kami seperti dipaksa mengikuti permainan itu agar kami tidak dikerjain, tidak dikadali, tidak jadi korban permainan, entah itu nanti wasit atau pemain yang mengerjai kita."

"Konteksnya itu, Pertanyaan hukumnya apakah kita ini penyuap dan disuap, kita ini korban posisinya. Tapi bagi saya orang hukum siapapun yg terlibat harus dijadikan tersangka. Karena untuk memajukan persepakbolaan Indonesia, ini harus dituntaskan, nanti malah akan lebih kotor lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September

PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia, PSSI Geram: Itu Hoax, Belum Ada Daftar Resmi

Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia, PSSI Geram: Itu Hoax, Belum Ada Daftar Resmi

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Rombak Pengurus PT LIB, Yunus Nusi Gantikan Zainudin Amali

Rombak Pengurus PT LIB, Yunus Nusi Gantikan Zainudin Amali

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga

Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:37 WIB

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×