Hapus Sakit Hati Musim Lalu, Van Dijk Ingin Gelar Juara Liga Champions

Rauhanda Riyantama | Irwan Febri Rialdi
Hapus Sakit Hati Musim Lalu, Van Dijk Ingin Gelar Juara Liga Champions
Bek Liverpool Virgil van Dijk bersama manajer Jurgen Klopp dan Mohamed Salah merayakan kemenangan atas Barcelona di Anfield. (Paul ELLIS / AFP)

Virgil van Dijk memang mengaku sakit hati dengan kekalahan Liverpool dari Real Madrid pada final Liga Champions musim lalu.

Suara.com - Palang pintu Liverpool, Virgil van Dijk, punya motivasi khusus jelang laga final Liga Champions menghadapi Tottenham Hotspur. Baginya, sakit hati yang pernah dirasakan pada partai puncak musim lalu menjadi pelecut semangat membantu The Reds merebut trofi Si Kuping Besar.

Sebelumnya, Van Dijk memang mengaku sakit hati dengan kekalahan Liverpool dari Real Madrid pada final Liga Champions musim lalu. Bagaimana tidak, setelah Mohamed Salah dibuat cedera, rekannya Loris Karius membuat dua kesalahan fatal sehingga timnya kalah.

Pada musim ini, The Reds kembali tampil di partai puncak di Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Pasukan Jurgen Klopp berhasil melewati hadangan tim-tim besar seperti Paris Saint-Germain, Napoli, FC Porto, Bayern Munchen hingga Barcelona.

Terkhusus Barcelona, Liverpool sukses melakukan comeback fenomenal usai mempermalukan Blaugrana empat gol tanpa balas pada leg kedua semifinal di Anfield. Padahal, Mohamed Salah dan kolega sudah tertinggal defisit tiga gol lantaran kalah di leg pertama.

Baca Juga: Final Liga Champions, Klopp: Kekuatan Liverpool dan Tottenham Setara

''Tahun lalu kami sudah mencicipi pengalaman betapa besar dan indahnya bermain di final. Setahun sebelumnya (melawan Real Madrid) saya hanya penonton dan itu laga luar biasa. Pertunjukkan yang pantas. Tapi, benar-benar berada di lapangan dan setiap orang dunia melihat Anda benar-benar fantastis rasanya,'' ungkap Van Dijk, seperti dilansir dari Teamtalk.

''Tahun lalu rasanya berat (setelah kalah). Di ruang ganti, setiap orang jelas sedih. Kami pulang dan tak bisa tidur. Saya kemudian bergabung ke tim nasional dua hari berselang. Mungkin itu hal yang bagus karena kepala saya berada di tempat lain lagi, tapi rasanya berat,'' imbuhnya.

Tak hanya itu, bek internasional Belanda itu juga dapat memetik pengalaman berharga dari kegagalan musim lalu. Ia menyebut bahwa ini bisa menjadi pelajaran di partai final nanti.

''Kami mengambil banyak pengalaman, poin positif dari keseluruhan perjalanan dan laga. Semoga kami bisa menjadikan pengalaman itu untuk final nanti,'' tandas bek berusia 27 tahun itu.

Baca Juga: Harry Kane Buka Peluang Main Lawan Liverpool di Final Liga Champions

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS