Tak Layak jadi Ban Serep Prabowo, Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Gibran Jabat Wapres

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 29 Juni 2025 | 16:07 WIB
Tak Layak jadi Ban Serep Prabowo, Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Gibran Jabat Wapres
Kolase foto Gibran Rakabuming Raka dan Ikrar Nusa Bhakti. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Di tengah usulan pemakzulan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang kini bergulir di MPR/DPR, pengamat politik, Ikrar Nusa Bhakti menyoroti kapasitas Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden alias Wapres.
Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI itu meragukan sosok Gibran menjadi 'ban serep' Presiden Prabowo Subianto.

Dalam siniar yang tayang di akun Youtube-nya pada Sabtu (28/6/2025), Ikrar Nusa Bhakti pun mengungkap sederet alasan yang menunjukkan ketidakbecusan Gibran untuk memegang jabatan wapres.

Awalnya, Ikrar Nusa Bhakti menjabarkan faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya pecah kongsi dalam kerja sama politik. Dia pun menyinggung sosok mantan Presiden Jokowi yang dianggap berperan penting mengantarkan Prabowo dan Gibran sebagai pemenang di Pilpres 2024 lalu.

"Kerja sama politik itu tidak terus-menerus bisa terjadi bisa saja itu kemudian pecah kongsi ya, macam-macam baik itu karena faktor pribadi, faktor luar ataupun faktor sang pasangan itu sendiri maksud saya antara Jokowi dengan Gibran Rakabuming Raka, karena mungkin pada saat dulu tawar-menawar politik pendekatan politik Prabowo mungkin melihat Gibran adalah kendaraan politik dia yang juga bisa membawa Prabowo ke singgasana kursi presiden," ujar Ikrar dalam siniar yang dilihat Suara.com pada Minggu (29/6/2025).

DPR telah menerima surat lain dari yang mengatasnamakan purnawirawan TNI yang meminta agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dimakzulkan. [Antara/Budi Candra Setya]
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. [Antara/Budi Candra Setya]

Ikrar Nusa Bhakti menyoroti sosok Gibran setelah resmi menjadi wapres di pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo. Menurutnya, Prabowo tampak tidak sreg dengan Gibran untuk terkait kapasitasnya sebagai wakilnya di pemerintahan.

"Tapi setelah bulan demi bulan berlalu, dia (Prabowo) kemudian menemukan suatu kenyataan bahwa Gibran Rakabuming Raka bukanlah orang yang tepat untuk menjadi wakil presiden atau menjadi orang yang bisa mewakili dirinya dalam posisi sebagai wakil presiden," bebernya.

Dalam siniar itu, Ikrar juga menyebut alasan Gibran dianggap tidak layak menjadi 'ban serep' Prabowo, salah satunya putra sulung Jokowi itu tidak pandai berpidato. Semestinya, Gibran bisa mengambil kesempatan itu untuk menunjukkan kepada publik bahwa dirinya layak menjadi pendamping Prabowo di kursi wapres.

"Saya beri contoh misalnya ya ternyata Gibran itu juga tidak pandai berpidato. Gibran juga tidak pandai menggunakan kesempatan yang sangat baik bagi dirinya untuk menunjukkan bahwa dia adalah orang benar-benar ban serep yang bisa diandalkan (Prabowo)," sebut Ikrar.

"Saya beri contoh misalnya ketika membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ VII Korpri 2024), ternyata setelah dia pukul gong atau tidak ada sambutan sama sekali. Padahal kalau dia benar-benar prepare, dia bisa saja membuka contoh pembukaan-pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran yang dilakukan oleh para para wakil presiden sebelum dia ya, tapi mengapa kemudian habis pukul beduk langsung ngacir ya meninggalkan tempat," sambungnya.

Sikap Gibran setelah menjadi wapres berbeda jauh ketika masih mengikuti kontestasi di Pilpres 2024. Di antaranya saat masa kampanye dan ketika menghadapi lawannya di acara debat cawapres.

"Pada saat kampanye. Gibran juga dianggap sebagai orang hebat yang kemudian dengan kalimat yang amat sakti ya, saya beri contoh, 'Jangan takut Pak Prabowo, di samping Anda ada saya' dan kemudian dia juga bisa menjatuhkan saya beri contoh ya bagaimana dia menjelek-jelekkan Pak Mahfud MD ya sebagai calon wakil presiden bersama Ganjar Pranawo," ungkap Ikrar.

Lebih lanjut, Ikrar juga menyindir soal janji kampanye Gibran di masa pilpres, yakni membuka lapangan kerja seluas-luasnya ketika sudah menjadi wapres. Namun, berdasar catatan Bank Dunia, angka kemiskinan di Indonesia justru bertambah setelah Prabowo-Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

"Saya beri contoh mengenai bagaimana janji dia mengenai 19 juta pekerja yang akan diserap pada saat Prabowo-Gibran itu menjadi presiden dan wakil presiden. Apa yang terjadi? kita tahu pada saat ini saya beri contoh menurut Bank Dunia ya yang namanya kemiskinan di Indonesia itu jumlahnya sudah 68 persen ya dan atau ini setara dengan 192 juta dari masyarakat Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Ikrar juga menyoroti soal sejumlah perusahaan yang kekinian gulung tikar. Hal itu, lanjutnya menandakan jika Gibran ikrar janji terkait ucapannya soal penyerapan lapangan kerja.

"Kemudian ya kita juga melihat ya bagaimana misalnya satu demi satu perusahaan-perusahaan itu mengalami kebangkrutan dan mengalami PHK besar-besaran ya di berbagai sektor. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh yang disebut dengan janji-janji yang diberikan oleh Gibran Rakabuming Raka ya," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Evaluasi Anak Buah Tunggu Izin Prabowo, Menteri PU Ogah Tutup-tutupi Korupsi Jalan di Sumut, tapi...

Evaluasi Anak Buah Tunggu Izin Prabowo, Menteri PU Ogah Tutup-tutupi Korupsi Jalan di Sumut, tapi...

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 14:22 WIB

Soal Surat Tolak Pemakzulan di DPR, Rocky Gerung Santai Muncul Kubu Pembela Gibran, Apa Katanya?

Soal Surat Tolak Pemakzulan di DPR, Rocky Gerung Santai Muncul Kubu Pembela Gibran, Apa Katanya?

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 14:00 WIB

Gibran Dicap Kader Tak Bermutu, Rocky Gerung Sebut Pemakzulan di DPR Bisa Ungkap 'Borok' Jokowi

Gibran Dicap Kader Tak Bermutu, Rocky Gerung Sebut Pemakzulan di DPR Bisa Ungkap 'Borok' Jokowi

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 11:23 WIB

Kepergok 'Diservis' Polwan hingga Tasnya Dibawakan, Selvi Ananda Banjir Sindiran: Manja Amat Lu!

Kepergok 'Diservis' Polwan hingga Tasnya Dibawakan, Selvi Ananda Banjir Sindiran: Manja Amat Lu!

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 09:40 WIB

Terkini

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:05 WIB

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:38 WIB