Lelaki Pembawa Senpi di Laga Madura United Vs PSM Ternyata Polisi Aktif

Syaiful Rachman
Lelaki Pembawa Senpi di Laga Madura United Vs PSM Ternyata Polisi Aktif
Pesepak bola Madura United (MU) Aleksandar Rakic (tengah) berusaha melewati pesepak bola PSM Makassar Zulkifli Syukur (kiri) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/Saiful Bahri

Hal itu disampaikan pihak PSM Makassar lewat pernyataan resmi seorang pejabat klub.

Suara.com - Sepak bola Indonesia saat ini tengah dihebohkan dengan senjata api yang dimiliki dan dibawa oleh ofisial PSM Makassar. Sebagaimana diketahui, seorang ofisial PSM kedapatan membawa senjata api saat mendampingi PSM Makassar berlaga di leg kedua semifinal Piala Indonesia kontra Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (7/7/2019).

Dilansir dari kabarmakassar, insiden terjadi ketika sejumlah suporter Madura United melakukan pelemparan botol minuman ke bench PSM. Saat itu, ofisial PSM berinisial M langsung bereaksi.

Beredar kabar jika M mengacungkan senjata api. Namun hal itu dibantah oleh pihak PSM yang menyebut jika M mencoba memberi isyarat kepada suporter tuan rumah untuk tenang, dan saat itulah terlihat senjata api di pinggang M.

M disebut Security Officer Madura United, Sapto Wahyono, sebagai pengawal pribadi manajer PSM.

“Ada salah satu oknum yaitu pengawal pribadi manajer dari PSM ditengarai membawa senpi. Sekarang diproses di Polres Pamekasan,” kata Sapto seperti dikutip kabarmakassar, Senin (8/7/2019).

Terkait insiden tersebut, untuk meluruskan persoalan, CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin mengeluarkan pernyataan resmi yang ditayangkan kabarmakassar, salah satu jaringan Suara.com.

Pesepak bola Madura United (MU) Alfat Fathir (kiri) berusaha melewati pesepak bola PSM Makassar Rahmat (tengah) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Pesepak bola Madura United (MU) Alfat Fathir (kiri) berusaha melewati pesepak bola PSM Makassar Rahmat (tengah) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/Saiful Bahri

Berikut pernyataan resmi PSM Makassar melalui CEO Munafri Arifuddin:

1. PSM Makassar menyesalkan terjadinya insiden tersebut dan meminta semua pihak untuk bersepakat bahwa insiden tersebut tidak boleh terjadi lagi dimanapun berada.

2. Manajemen PSM Makassar meluruskan kabar yang beredar bahwa ada insiden penodongan atau mengacungkan senjata api. Yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Saat beberapa oknum suporter Madura United melempari bench PSM Makassar, saudara M langsung bereaksi, mencegah pelemparan tersebut. Serta memberi isyarat kepada oknum suporter untuk berhenti melakukan pelemparan. Saat itulah terlihat saudara M memiliki senjata api di pinggangnya.

3. Pihak PSM dan Panpel Madura United sepakat membawa insiden ini ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Pamekasan. Masalah inipun sudah selesai di pihak kepolisian dan antara manajemen PSM Makassar dengan Madura United sudah tidak ada apa-apa.

4. Saudara M adalah personel aktif kepolisian yang ditugaskan untuk mendampingi tim PSM Makassar saat menjalani pertandingan di luar Makassar.

5. Dalam setiap tugas mendampingi PSM Makassar saat pertandingan tandang, saudara M selalu berkomunikasi dengan Panitia Pelaksana Pertandingan setempat. Memperkenalkan diri sebagai pengamanan internal klub. Sehingga sudah terjalin komunikasi dan kesepahaman dengan Panpel setempat.

6. Berhubung masalah ini sudah selesai di tingkat kepolisian, manajemen PSM dan Madura United, kami berharap agar masalah ini tidak lagi menjadi pertanyaan publik.

Terkait pernyataan diatas, Suara.com mencoba menghubungi Munafri lewat pesan singkat Whatsapp. Pesan tersebut sudah centang biru, namun hingga berita ini diturunkan, Suara.com belum mendapat respon dari sang CEO.

Pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Indonesia, Minggu (7/7/2019), Madura United berhasil mengalahkan PSM Makassar 2-1. Namun, Laskar Sape Kerrab gagal melangkah ke final Piala Indonesia.

Meski mengantongi agregat sama 2-2, Madura United yang kalah 1-0 di leg pertama di Makassar harus menerima kenyataan kalah agresivitas gol tandang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS