Kehilangan Pemain Potensial, Chelsea Dinilai Sulit Berlaga di Musim Baru

Galih Priatmojo, Muhammad Ilham Baktora

Jum'at, 09 Agustus 2019 | 18:40 WIB
Kehilangan Pemain Potensial, Chelsea Dinilai Sulit Berlaga di Musim Baru
Manajer Chelsea, Frank Lampard. [Isabel Infantes / AFP]

Suara.com - Chelsea dinilai akan kesulitan mengarungi kompetisi musim 2018/2019. Pasalnya usai ditinggal pelatih Maurizio Sarri, The Blues ikut kehilangan penyerang potensialnya, Eden Hazard. Pelatih Frank Lampard dinilai hanya bergantung dengan pemain muda yang telah diterjunkan dalam laga pramusim lalu.

Liga Primer Inggris musim baru akan bergulir Sabtu (10/8/2019). Liverpool vs Norwich City merupakan klub perdana yang membuka pertandingan sepak bola  kasta tertinggi di tanah Britania Raya tersebut.

Pertandingan hari kedua yakni, Minggu (11/8/2019), menjadi laga perdana Frank Lampard menukangi The Blues di kompetisi sepak bola sesungguhnya.

Menurut The Sun, Lampard akan kesulitan melakoni pertandingan pertamanya menghadapi Manchester United tanpa pemain baru.

Di sisi lain, pemain senior seperti Eden Hazard memilih hengkang ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas. Bahkan The Blues dikejutkan dengan keputusan David Luiz yang juga memilih hengkang dari Stamford Bridge di akhir penutupan bursa transfer Inggris musim 2019.

Kawasaki Frontale menjamu Chelsea pada laga pramusim 2019 di Stadion Nissan, Yokohama, Jepang, Jumat (19/7/2019). Chelsea ditekuk Kawasaki Frontale dengan skor 1-0. (Instagram/@chelseafc)
Kawasaki Frontale menjamu Chelsea pada laga pramusim 2019 di Stadion Nissan, Yokohama, Jepang, Jumat (19/7/2019). Chelsea ditekuk Kawasaki Frontale dengan skor 1-0. (Instagram/@chelseafc)

Kendati demikian, Lampard pernah menegaskan tanpa pemain baru, pihaknya tak akan keberatan dengan persolan tersebut. Sehingga pemain-pemain muda seperti Reece James, Mason Mount, Callum Hudson Odoi dan Ruben Loftus-Cheek diprediksi akan diterjunkan pada laga kontra Setan Merah.

Chelsea masih memiliki Cesar Azpilicueta sebagai pemain senior yang dapat diandalkan. Adanya Pedro yang kerap merepotkan pemain lawan diklaim bisa menjadi salah satu strategi Lampard untuk mengalahkan lawannya di Liga Primer Inggris.

Terpisah, Chelsea dikenai hukuman larangan transfer pemain untuk musim ini. Sebab otoritas sepak bola terkait menemukan pelanggaran bahwa The Blues melakukan transfer pemain di bawah usia 18 tahun.

Terlepas dari adanya pemain baru atau tidak, Chelsea dinilai tetap menampilkan permainan terbaiknya di bawah tangan dingin Lampard.

baca juga

Apakah eks pelatih Derby County itu berhasil mempertahankan The Blues di Big Six Liga Primer Inggris musim 2019/2020?, kita lihat ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manchester United vs Chelsea: Tundukkan Eks Klub Jadi Target Juan Mata

Manchester United vs Chelsea: Tundukkan Eks Klub Jadi Target Juan Mata

Bola | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 15:55 WIB

Bertemu Juara Liga Champions, Pelatih Norwich City Tak Takut

Bertemu Juara Liga Champions, Pelatih Norwich City Tak Takut

Bola | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 15:50 WIB

Jose Mourinho Tak Yakin Frank Lampard Sukses di Chelsea

Jose Mourinho Tak Yakin Frank Lampard Sukses di Chelsea

Bola | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 08:35 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×