Diwarnai Dua Kartu Merah, PSIM Takluk 2-3 Atas Persis Solo

Angga Roni Priambodo | Muhammad Ilham Baktora
Diwarnai Dua Kartu Merah, PSIM Takluk 2-3 Atas Persis Solo
Sejumlah pemain PSIM dan Persis Solo bersiap melanjutkan pertandingan terakhir putaran kedua Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019). [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]

Kedua tim gagal memasuki delapan besar pada lanjutan Liga 2 2019.

Suara.com - PSIM Yogyakarta harus mengakui keperkasaan Persis Solo setelah tumbang dengan skor 2-3 pada laga terakhir putaran kedua Liga 2 2019 wilayah timur di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019) sore. Kekalahan Laskar Mataram diwarnai dengan dua kartu merah dan berujung kericuhan.

Tiga gol Laskar Sambernyawa dicatatkan oleh Hapidin pada menit ke-25, Slamet Budiyono menit ke-58 dan Nanang Aspirin menit ke-62.

Sementara dua gol milik PSIM ditorehkan oleh Cristian Gonzales di menit ke-37 dan 62. Dua kartu merah diberikan kepada pemain tuan rumah yakni, Achmad Hisyam dan Raymond Tauntu.


Jalannya pertandingan

Tensi pertandingan bertajuk Derbi Mataram ini sudah memanas sejak peluit pertama berbunyi. Meski saling jual beli serangan, Persis Solo tampil dibawah tekanan. Pasalnya suporter tuan rumah terus mengintimidasi Susanto dan kawan-kawan selama laga berjalan.

Para pemain PSIM Yogyakarta berebut bola dengan pemain Persis Solo dalam laga terakhir putaran kedua Liga 2 2019 wilayah timur di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (21/10/2019). [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]
Para pemain PSIM Yogyakarta berebut bola dengan pemain Persis Solo dalam laga terakhir putaran kedua Liga 2 2019 wilayah timur di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (21/10/2019). [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]

PSIM nyaris membobol gawang kawalan Sendri Johansah. Tendangan terukur yang dilepas Gelandang PSIM, Achmad Hisyam masih bisa ditepis dengan baik.

Tampil di bawah tekanan, laskar Sambernyawa bukan tanpa perlawanan. Berkali-kali membangun serangan ke pertahanan PSIM, tim besutan Salahudin masih gagal mencetak gol.

Tampil percaya diri dengan ribuan PSIM fans, Cristian Gonzales dan kawan-kawan memberi tekanan. Namun 24 menit pertandingan bergulir belum ada gol tercipta.

Hal yang ditunggu pun tiba. Kemelut yang terjadi di kotak penalti Laskar Mataram, berbuah gol. Hapidin sukses membobol gawang kawalan, Ivan Febrianto. Persis Solo unggul 0-1.

Tak ingin tertinggal satu gol, Laskar Mataram membordir pertahanan Laskar Sambernyawa. Hal tersebut berbuah manis. Pada menit ke-37, Cristian Gonzales sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Memanfaatkan sisa waktu babak pertama, PSIM terus memberi tekanan. Namun rapatnya pertahanan Persis Solo belum memberikan hasil.

Hingga tambahan waktu dua menit babak pertama, tak ada lagi gol tercipta. Skor bertahan 1-1 hingga turun minum.

Masuk ke babak kedua, Laskar Sambernyawa langsung mengancam. Persis Solo sempat menggandakan skor di menit ke-48. Sayang wasit lebih dulu mengangkat bendera tanda offside.

Selang 10 menit, Persis Solo justru sukses menambah skor, Slamet Budiono yang memanfaatkan bola terobosan mengonversi menjadi sebuah gol di menit ke-58. Laskar Sambernyawa unggul 1-2.

Dua menit pertandingan dilanjutkan, lagi-lagi skuat asuhan Salahudin menambah skor. Kali ini lewat kaki Nanang Aspirin. Skor berubah 1-3 untuk Laskar Sambernyawa.

Tak ingin tertinggal lebih jauh, tim besutan Lestiadi membangun serangan. Hasilnya Cristian Gonzales sukses mengubah kedudukan lewat tandukan terarah ke jala kawalan Johansah. PSIM masih tertinggal 2-3.

Pertandingan makin memanas. Kedua kubu terlibat saling jegal. Laga sempat terhenti sejenak lantaran beberapa pemain beradu mulut. Bahkan wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain tuan rumah, yakni Achmad Hisyam dan Raymon Tauntu.

Para Pemain PSIM Yogyakarta, merayakan gol kedua yang diciptakan kapten tim, Cristian Gonzales saat menghadapi Persis Solo pada laga terakhir putara kedua Liga 2 2019, Senin (21/10/2019). [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]
Para Pemain PSIM Yogyakarta, merayakan gol kedua yang diciptakan kapten tim, Cristian Gonzales saat menghadapi Persis Solo pada laga terakhir putara kedua Liga 2 2019, Senin (21/10/2019). [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]

Laga kembali dilanjutkan,tim tuan rumah bermain dengan sembilan pemain. Hingga tambahan lima menit waktu normal tak ada lagi gol tercipta.

Namun wasit belum meniup tanda berakhirnya pertandingan, kericuhan terjadi di bangku bench Persis Solo. Hal itu memaksa sejumlah oknum suporter tuan rumah melewati pagar pembatas dan merangsek masuk ke dalam stadion.

Kericuhan melebar hingga ke kompleks stadion. Petugas kepolisin juga menembakkan gas air mata untuk meredakan kericuhan.

Terpisah, meski PSIM kalah dan Persis Solo menang, keduanya gagal melaju ke babak delapan besar. Pasalnya, Martapura FC sudah lebih dulu menang atas PSBS Biak dengan skor 1-0. Martapura FC berada di peringkat empat.

Laskar Mataram berada di peringkat tujuh, sementara Persis berada di peringkat kelima klasemen Liga 2 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS