facebook

Ubah Fans Klub Jadi Koperasi Hingga Basmi Mafia, Misi Arif Menuju PSSI I

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Ubah Fans Klub Jadi Koperasi Hingga Basmi Mafia, Misi Arif Menuju PSSI I
Calon Ketua Umum PSSI Arif Putra Wicaksono saat memaparkan visi dan misi di acara diskusi Siwo PWI Pusat - PSSI Pers dengan tema 'Mencari Ketua PSSI Ideal' di Wisma Kemenpora, Rabu (30/10/2019). (Adie Prasetyo Nugraha/suara.com).

Arif juga bertekad menjalin kerjasama dengan klub-klub elit Eropa.

Suara.com - Siwo PWI Pusat bersama dengan PSSI Pers menggelar diskusi untuk Calon Ketua Umum (Caketum) PSSI periode 2019-2023 dengan tema 'Mencari Ketua PSSI yang Ideal' di Wisma Menpora, Rabu (30/10/2019). Sembilan dari 11 caketum hadir dalam acara diskusi tersebut.

Salah satu caketum yang hadir adalah Arif Putra Wicaksono. Dalam kesempatan itu, Arif menyampaikan visi dan misi jika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di PSSI.

Salah satu program andalannya adalah mengubah fans klub yang ada saat ini menjadi sebuah koperasi. Tujuan utamanya adalah memupuk rasa memiliki suporter terhadap klub.

"Mengubah fans klub menjadi unit bisnis dengan koperasi seperti koperasi Persib, Persija dan lainnya. Saat ini fans itu perlu ditingkatkan rasa kepemilikannya," kata Arif saat menyampaikan visi dan misi.

Baca Juga: Menuju PSSI I, Sarman Tak Akan Boyong Luis Milla Jika Terpilih

"Nantinya, setiap bulan mereka bakal mendapat intensif. Namun jika mereka lalai di pertandingan, mereka juga wajib membayar denda. Ini tentu mengedukasi suporter," ia menambahkan.

Program andalan berikutnya yaitu membuat PSSI lebih modern. Yaitu dengan meningkatkan kerja sama antara tim lokal dengan klub luar negeri khususnya Eropa.

Untuk program ini, Arif mengaku bisa merangkul beberapa klub Eropa. Seperti Ajax, Barcelona, AC Milan, Liverpool, West Ham United, Manchester City, Arsenal, Totenham Hotspurs, PSG, Porto, Benfica, Lyon, PSV, Atletico Madrid, Galatasaray, hingga Inter Milan bisa diajak kerja sama.

"Lalu pengetahuan sepak bola modern masih minim. Kita tidak bisa paksa mereka modern kalau belum modern. Karena itu kita butuh asistensi, saya sudah dapat 'link' bantuan dari 25 klub Eropa. Jika saya bisa pakai lisensi PSSI, bisa lebih banyak lagi," ungkapnya.

Program terakhir yang ia sebutkan adalah pemberantasan mafia sepak bola. Terkait masalah ini, Arif bakal menggunakan Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga: Bernhard Limbong: Jadi Pengurus PSSI Jangan Cari Duit! Sepak Bola Rusak

"VAR sangat dibutuhkan di Indonesia karena sekarang banyak tertangkapnya mafia sepak bola dari sana," pungkasnya.

Komentar