Menu Latihan Berbeda di Era Shin Tae-yong, Nadeo: Coach Punya Resep Sendiri

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Menu Latihan Berbeda di Era Shin Tae-yong, Nadeo: Coach Punya Resep Sendiri
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (tengah) memantau latihan penjaga gawang timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2020). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Bukan hanya fisik pemain yang digenjot tim pelatih Shin Tae-yong.

Suara.com - Penjaga gawang timnas Indonesia Nadeo Argawinata mengungkap menu latihan yang diberikan oleh pelatih timnas Shin Tae-yong kepadanya. Sebagaimana diketahui, dalam pemusatan latihan tim nasional, penjaga gawang diberikan porsi latihan lebih banyak ketimbang pemain lain.

Selain Nadeo, hal yang sama juga diberikan kepada tiga kiper lainnya. Yaitu Andritany Ardhiyasa, Muhammad Riyandi, dan Adi Satrio.

Nadeo mengatakan latihan penjaga gawang dipimpin oleh pelatih kiper Kim Hae-woon dan Sahari Gultom. Pemain Bali United itu mengaku bukan hanya fisik yang digenjot, akan tetapi juga pengulangan latihan teknik dasar.

"Saya rasa yang menonjol lebih ke basic, dia benerin basic kita dulu. Dari posisi badan segala macem, kaki, dan teknik penangkapan," kata Nadeo di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

"Di sini juga masih fokus sama fisik, jadi untuk pertandingan atau match, itu dilakukan tanggal 20 (Februari). Tapi kalau fisik, saya pribadi dan mungkin teman-teman lainnya merasakan jauh lebih baik," tambahnya.

Pelatih kiper tim nasional Indonesia Kim Hae-Woon (kedua dari kanan) memimpin sesi latihan penjaga gawang di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 14-23 Februari 2020 itu menjadi bagian dari pemusatan latihan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022. (Michael Siahaan)
Pelatih kiper tim nasional Indonesia Kim Hae-Woon (kedua dari kanan) memimpin sesi latihan penjaga gawang di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 14-23 Februari 2020 itu menjadi bagian dari pemusatan latihan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022. (Michael Siahaan)

Meski terkandala bahasa, Nadeo mengaku tidak kesulitan mematuhi arahan dari tim pelatih.

"Pelatih kiper yang sekarang berpengalaman, meski ada penerjemah dia juga membaca bahasa tubuh kita. Dia bisa menyampaikan semaksimal mungkin, jadi saya rasa sangat menarik," ungkapnya.

"Saya rasa semua pelatih di dunia punya resep sendiri. Coach ini punya resep sendiri. Jadi semua hal positif yang saya terima di sini saya ambil manfaatnya. Jadi, baik itu lokal, asing, Korea, Brasil, Indonesia, itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," pungkasnya.

Timnas senior Indonesia akan menjalani pemusatan latihan hingga 23 Februari 2020. Pemusatan latihan kali ini merupakan persiapan timnas Indonesia menghadapi laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia melawan Thailand pada 26 Maret dan Uni Emirat Arab 31 Maret mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS