Pelatih Barito Putera Tak akan Halangi Pemain Muda Bermain di Timnas

Reky Kalumata
Pelatih Barito Putera Tak akan Halangi Pemain Muda Bermain di Timnas
Sejumlah pemain Barito Putera mengangkat pelatihnya Djadjang Nurdjaman usai pertandingan lanjutan Liga 1 melawan Arema FC di Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Minggu (22/12/2019). Barito Putera menang atas Arema FC dengan skor 3-0. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama)

"Kalau untuk kepentingan tim nasional pasti kita relakan," kata Djadjang Nurdjaman

Suara.com - Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman tak akan menghalang-halangi para pemain mudanya untuk terus berkembang terutama ketika mereka harus dipanggil membela tim nasional Indonesia.

"Kalau untuk kepentingan tim nasional pasti kita relakan. Apalagi presiden klub, Pak Hasnuryadi, perhatian sekali dalam pembinaan pemain usia muda," ujar Djadjang seperti dikutip Antara dari laman resmi klub, Minggu (31/5/2020).

Barito Putera menjadi salah satu tim yang banyak mengorbitkan pemain muda pada musim ini. Bahkan beberapa di antaranya telah dipanggil untuk membela timnas U-19.

Aksi Amiruddin Bagas Kaffa saat menjalani debut bersama tim senior Barito Putera. (Instagram/psbaritoputeraofficial)
Aksi Amiruddin Bagas Kaffa saat menjalani debut bersama tim senior Barito Putera. (Instagram/psbaritoputeraofficial)

Sejumlah pemain muda yang telah diorbitkan ke tim senior seperti misalnya Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, David Maulana, Yudha Febrian, Rafli Ariyanto, dan Alif Jailani. Beberapa di antara mereka juga ikut dalam program Garuda Select di Inggris.

Bagas, Yudha, dan Alif bahkan telah dipanggil lagi oleh Shin Tae-yong untuk ikut dalam pemusatan latihan (TC) virtual timnas U-19. Selain memiliki kesempatan bermain di Piala Asia U-19 di Uzbekistan tahun ini, mereka juga akan disiapkan untuk Piala Dunia U-20.

"Saya harap mereka terus berkembang, jadi tulang punggung timnas. Walau mungkin tidak terlalu banyak main untuk Barito, tidak apa-apa demi kepentingan timnas, yang penting mereka jadi pemain yang betul," kata dia.

Saat ini Djanur masih menunggu nasib Liga 1 setelah ditangguhkan sejak Maret akibat pandemi COVID-19. Ia mengusulkan jika kompetisi harus dilanjut, maka penyelenggara bisa mencontoh Liga Jerman yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain Djanur, pelatih Persib Robert Rene Alberts pun berharap kompetisi bisa kembali bergulir. Menurutnya, keberlangsungan liga akan berdampak pada persiapan timnas dalam menghadapi turnamen yang masuk di kalender FIFA.

"Jika PSSI mengambil kesimpulan liga akan berhenti, kami berharap ada kebaikan dari PSSI agar liga tetap dilanjutkan nanti, misalnya pada Agustus dan liga bisa berlanjut hingga tahun depan antara bulan April atau Mei," kata dia.

"Ini bukan karena sebuah liga, tapi kami melihat suatu gambar yang lebih besar, seperti kualitas dari tim nasional supaya pemainnya tetap kompetitif ketika bermain lagi Oktober nanti. Kami harus mempersiapkan pemain supaya mereka bisa mewakili Indonesia di AFC," ujarnya menambahkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS