alexametrics

Soal Pemain Terpapar COVID-19 di Tengah Kompetisi, PSSI Belum Punya Solusi

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Soal Pemain Terpapar COVID-19 di Tengah Kompetisi, PSSI Belum Punya Solusi
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menggelar rapat virtual dengan Presiden FIFA Gianni Infantino beserta beberapa pimpinan federasi sepakbola, Rabu (29/7/2020). (dok. PSSI).

Kompetisi sepak bola di Indonesia akan kembali bergulir pada 1 Oktober 2020.

Suara.com - PSSI telah memutuskan bahwa Liga 1 2020 akan bergulir di tengah pandemi COVID-19. Namun, federasi sepak bola Indonesia masih bingung soal solusi apa yang dilakukan jika ada salah satu pemain, pelatih, atau siapapun pihak yang terlibat di kompetisi terbukti positif COVID-19.

Ihwal kemungkinan di atas, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menjelaskan jika hal itu masih dalam pembahasan internal. Eks Kapolda Metro Jaya itu menyebut baru bisa membuat keputusan pada detik-detik akhir sebelum Liga 1 2020 dimulai pada awal Oktober.

"Berkaitan jika ada pemain yang terkena COVID-19, tentunya akan berpengaruh kepada kompetisi. Mulai dari jalannya pertandingan, hak siar, hotel maupun transportasi. Kami akan jawab pertanyaan ini kira-kira mendekati kompetisi dimulai," kata Iriawan saat ditemui di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (8/9/2020).

"Kompetisi nantinya akan betul-betul menjadi kesepakatan bersama. Kami, PSSI, bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," ucapnya.

Baca Juga: Persib Setuju Pemain yang Flu Dilarang Main di Lanjutan Liga 1 2020

Bek veteran Persija Jakarta, Maman Abdurrahman menjalani swab test sebagai persiapan bergulirnya Liga 1 2020. (dok. Persija Jakarta)
Bek veteran Persija Jakarta, Maman Abdurrahman menjalani swab test sebagai persiapan bergulirnya Liga 1 2020. (dok. Persija Jakarta)

Lanjutan Liga 1 2020 akan menerapkan protokol kesehatan ketat termasuk untuk Liga 2 musim ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan dilanjutkannya kompetisi sepak bola justru memicu klaster baru di daerah yang menjadi lokasi pertandingan.

Salah satu aturan baru yang bakal diterapkan saat Liga 1 dan 2 bergulir nanti adalah pertandingan tanpa penonton. Selain itu, swab test wajib dilakukan terhadap peserta kompetisi secara berkala.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi mencatat setidaknya akan ada 11 kali swab test untuk tim-tim Liga 1.

Tes ini dilakukan dari saat Liga 1 dimulai hingga berakhirnya kompetisi pada 28 Februari 2021. Selain itu, seluruh pertandingan Liga 1 akan berpusat di Pulau Jawa.

"Lewat bergulirnya lagi Liga 1 dan 2 kami ingin menunjukkan ke dunia kalau Indonesia sudah siap untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 dan menerapkan sistem new normal," pungkas Iriawan.

Baca Juga: Kroasia Bantai Timnas Indonesia 7-1, Shin Tae-yong: Mengecewakan

Komentar