Liga 1 Lanjut Tahun Depan, Bos Persib Bandung: Bikin Pusing!

Syaiful Rachman
Liga 1 Lanjut Tahun Depan, Bos Persib Bandung: Bikin Pusing!
Direktur PT PBB Teddy Tjahjono ditemui usai Kongres PSSI [Suara.com/Adie Prasetyo]

Persib masih menunggu surat resmi PSSI.

Suara.com - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahyono mengaku bingung mendengar kabar PSSI berencana menggelar kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada awal tahun 2021, mendatang.

"Awal Januari atau Februari nih, itu yang kayak gitu harus pasti. Tanggal berapa pastinya, malah disitu disebut awal tahun. Makanya itu bikin pusing semua," ucap Teddy, Kamis (29/10/2020).

Teddy menilai PSSI terkesan masih belum memiliki waktu baku kapan kompetisi sepak bola di Tanah Air itu kembali dihelat. Ia pun menyarankan agar PSSI bisa menentukan waktu pasti untuk Liga 1 kembali digelar.

"Mending tentuin jika Februari ya sama tanggalnya, misalnya tangggal 1 gitu, (disebut) awal 2021 juga kan ngawang-ngawang," katanya.

Baca Juga: Liga 1 Lanjut Februari 2021, Persib Bandung Tunggu Surat Resmi PSSI

Pelatih kepala Persib Robert Rene Alberts (mengenakan topi) saat memimpin latihan rutin anak asuhnya di stadion GBLA, Bandung, Senin (13/9/2020). [Dok. Persib]
Pelatih kepala Persib Robert Rene Alberts (mengenakan topi) saat memimpin latihan rutin anak asuhnya di stadion GBLA, Bandung, Senin (13/9/2020). [Dok. Persib]

Ia pun mengaku Persib belum mendapatkan surat resmi dari PSSI terkait kepastian Liga 1. Setelah ada surat resmi, kata dia, keputusan yang diambil manajemen dan tim pelatih Persib pun akan lebih jelas.

"Mending kita tunggu surat pastinya deh, biar gak bingung lagi. Setelah ada surat resmi, kita akan berdiskusi dengan pelatih baiknya gimana," imbuhnya.

Disinggung ihwal kontrak penggawa Persib yang akan habis di penghujung tahun ini, Teddy mengatakan dalam klausul kontrak setiap pemain Persib diwajibkan untuk bermain sampai akhir kompetisi.

Artinya, saat kompetisi ditunda, meski pemain sudah habis kontrak maka kewajibannya tetap bertahan di Persib karena tolak ukurnya musim kompetisi dan bukan tahun kalender.

"Gini itu kan disetiap kontrak itu harus sampai dengan kompetisi selesai. Iya dong, kita kan ngikuti kompetisi bukan tahun kalender. Misalnya ada yang abis tanggal 31 Desember 2020 tapi jika kompetisi belum selesai pemain harus ngikutin," bebernya. (Aminuddin)

Baca Juga: Bos PT LIB: Liga Paling Aman Digelar Februari 2021

Kontributor : Aminuddin

Komentar