alexametrics

Cerita Jose Mourinho Kritik Pemain yang Jalankan Puasa Ramadhan

Irwan Febri Rialdi | Arif Budi
Cerita Jose Mourinho Kritik Pemain yang Jalankan Puasa Ramadhan
Gestur manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho pada laga Liga Inggris 2020/2021 kontra Arsenal di Emirates Stadium, London. [NICK POTTS / POOL / AFP]

Jose Mourinho sempat terlibat kontroversi karena kritikannya ke pemain yang jalani puasa Ramadhan.

Suara.com - Juru taktik asal Portugal, Jose Mourinho, pernah mengkritik pemain karena menjalankan puasa Ramadhan saat bertanding. Insiden itu terjadi ketika pelatih berjuluk The Special One menangani Inter Milan pada tahun 2009 silam.

Momen tersebut terjadi dalam pertandingan pembuka Seie A Italia pada musim 2009/2010. Kala itu Inter Milan bertemu dengan Bari pada 23 Agustus 2009 yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Nah, laga tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga pemain muslim Inter Milan, Sulley Muntari menjalani puasa. Meski berpuasa, Mourinho tetap memainkan Muntari sebagai starter.

Alhasil, Mourinho tidak puas dengan performa Muntari yang dinilai tidak maksimal karena memaksakan diri untuk berpuasa. Akhirnya Mourino menarik keluar Muntari pada menit ke-29.

Baca Juga: Terbukti Berlaku Rasis, Bek Slavia Praha Terancam Tak Bisa Bela Timnas

Pasca pertandingan yang berakhir imbang, Mourinho lalu melontarkan kritikan pedas kepada Muntari. Pelatih yang kini menangani Tottenham Hotspur tersebut mengatkaan kondisi fisik Muntari turun karena berpuasa ditambah cuacanya yang panas.

"Muntari memiliki beberapa masalah terkait Ramadhan, munkin dengan cuaca panas ini tidak baik baginya untuk melakukan itu (puasa)," ucap Mourinho seperti dikutip dari Daily Mail.

"Ramadhan tiba di saat yang tidak ideal bagi seorang pemain muslim untuk memainkan pertandingan sepak bola," imbuh pelatih asal Portugal tersebut.

Sulley Muntari saat berseragam Inter Milan. (Emilio Andreoli / AFP)
Sulley Muntari saat berseragam Inter Milan. (Emilio Andreoli / AFP)

Imbasnya kritik pedas Mourinho ini sempat menjadi kontroversi. Presiden persatuan komunias dan organisasi Islam di Italia, Mohamed Nour Dachan, saat itu membalas kritik yang diucapkan Mourinho.

"Saya pikir Mourinho bisa mengurangi bicaranya. Seorang pemain yang beribadah tidak akan melemahkannya. Kami tahu itu dari Institut Medis dan Olahraga bahwa stabilitas mental dan psikolgis atlet bisa memberinya keunggulan di lapangan," ucap Nur Dachan.

Baca Juga: Afganistan dan Oman Jadi Lawan Timnas Indonesia di Laga Uji Coba

Mourinho pun sempat memberikan klarifikasi terkait ucapannya itu. Dia menegaskan bahwa pihak media dengan sengaja memotong ucapannya sehingga terjadi kesalahpahaman.

Komentar