alexametrics

Intip 7 Fakta Menarik Jelang Duel Arsenal vs Everton

Reky Kalumata
Intip 7 Fakta Menarik Jelang Duel Arsenal vs Everton
Pemain Arsenal Eddie Nketiah mengocek pemain Molde dalam laga Liga Europa 2020/2021 di Emirates Stadium, London, Inggris, Jumat (6/11/2020) dini hari WIB. [Glyn KIRK / AFP]

Everton bidik kemenangan berturut-turut atas Arsenal

Suara.com - Arsenal akan menjamu Everton pada pertandingan pekan ke-33 Liga Inggris di Emirates Stadium, Sabtu (24/4/2021). Berikut fakta - fakta menarik jelang duel Arsenal vs Everton.

Arsenal saat ini berada di posisi kesembilan klasemen Liga Inggris mengumpulkan 46 poin dari 32 pertandingan. Sedangkan Everton berada di posisi kedelapan, dimana keduanya hanya terpaut tiga poin di klasemen sementara.

Pada laga terakhirnya, Arsenal hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Fulham. Sementara laga terakhir Everton juga berakhir imbang 2-2 saat menjamu Tottenham Hotspur.

Berikut fakta - fakta menarik jelang duel Arsenal vs Everton di Emirates Stadium seperti yang dihimpun dari Bbc Sport:

Baca Juga: Prediksi West Ham vs Chelsea: Preview, H2H, Skor, hingga Susunan Pemain

  1. Arsenal tidak terkalahkan dalam 24 pertandingan kandang terakhir Liga Premier melawan Everton (Menang 20, Seri 4).

  2. Everton bisa mendapatkan kemenangan berturut-turut pertama mereka atas Arsenal sejak musim 1985-86.

  3. Ini akan menjadi pertemuan tingkat atas ke-200 antara kedua belah pihak. The Gunners telah menang 98, terbanyak oleh satu tim melawan tim lain di divisi teratas.
  4. Arsenal hanya kalah dua kali dalam 12 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi (Menang 6, Seri 4).
  5. Mereka belum pernah kalah di Liga Premier saat bermain pada hari Jumat dalam sembilan kali upaya. Ini adalah jumlah terbanyak yang dimainkan tim pada hari tertentu tanpa kalah (Menang 7, Seri 2).
  6. Everton telah seri tiga pertandingan liga berturut-turut dan melewati lima tanpa kemenangan.
  7. Mereka belum pernah seri empat pertandingan Liga Premier berturut-turut sejak November 2012 saat di bawah David Moyes.

Komentar