- Pemerintah RI menghentikan sementara seluruh penerbangan internasional sebagai antisipasi geopolitik Timur Tengah.
- Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi penundaan total penerbangan hingga situasi keamanan dinyatakan aman.
- Keputusan ini diambil karena meningkatnya ketegangan bersenjata di Iran yang mengganggu jalur penerbangan global.
Suara.com - Pemerintah Indonesia mengambil langkah drastis dan cepat dalam merespons situasi geopolitik yang kian tidak menentu di kawasan Timur Tengah.
Secara resmi, otoritas terkait memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas penerbangan ke luar negeri.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi preventif guna melindungi keselamatan warga negara serta operasional maskapai di tengah meningkatnya ketegangan bersenjata yang melibatkan kekuatan besar di wilayah tersebut.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait jalur lintasan udara global yang kini berada dalam zona merah.
Penjelasan Mensesneg Terkait Status Penerbangan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan konfirmasi langsung mengenai kebijakan krusial ini.
Dalam keterangannya kepada awak media, ia menegaskan bahwa saat ini seluruh rencana perjalanan udara internasional sedang dalam status penundaan total.
Pemerintah tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap perkembangan situasi keamanan di jalur-jalur penerbangan strategis yang bersinggungan dengan wilayah konflik.
"Semua di-hold. Di-hold," kata Mensesneg saat ditanya terkait penghentian sementara penerbangan internasional di Indonesia, seusai menghadiri rapat koordinasi Program Prioritas Presiden di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Selasa (17/3/2026).
Pernyataan singkat namun tegas ini menggambarkan urgensi situasi yang sedang dihadapi.
Status hold ini berlaku untuk seluruh maskapai, baik nasional maupun asing yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia, hingga adanya instruksi lebih lanjut dari otoritas penerbangan dan keamanan negara.
Durasi Kebijakan dan Faktor Keamanan di Iran
Salah satu pertanyaan besar yang muncul di tengah masyarakat adalah mengenai berapa lama kebijakan ini akan diberlakukan.
Mengingat banyak warga negara yang memiliki kepentingan mendesak di luar negeri, ketidakpastian durasi menjadi isu sensitif.
Namun, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah belum bisa menetapkan tanggal pasti kapan operasional penerbangan internasional akan kembali dibuka secara normal.