alexametrics

Setelah Semen Padang, PSIM Yogyakarta Tolak Liga 1 Tanpa Degradasi

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Setelah Semen Padang, PSIM Yogyakarta Tolak Liga 1 Tanpa Degradasi
Laga uji coba Barito Putera vs PSIM Yogyakarta (dok. PSIM).

Degradasi penting dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang menarik dan kompetitif di Liga 1 dan Liga 2.

Suara.com - Gelombang penolakan rencana Liga 1 tanpa degradasi terus terjadi. Selain dari peserta Liga 1 itu sendiri, sejumlah klub Liga 2 pun menolak.

Setelah sebelumnya Semen Padang menolak, PSIM Yogyakarta pun melakukan hal serupa. Klub berjuluk Laskar Mataram itu berharap kompetisi berjalan seperti biasanya.

Dengan adanya degradasi kualitas kompetisi tidak perlu dikorbankan. Sehingga tim benar-benar maksimal dalam menjalankan kompetisi.

"Kondisi dunia saat ini memang belum stabil karena pandemi yang mempunyai dampak di berbagai sektor. Hal itu pasti memengaruhi sepak bola, termasuk sepak bola di Indonesia," tulis PSIM di Instagram resmi mereka.

Baca Juga: Semen Padang Tolak Wacana Liga 1 Tanpa Degradasi

"PSIM sendiri dan beberapa tim lain kami ketahui, telah mempersiapkan tim untuk tampil sebaik mungkin pada kompetisi nanti meski dalam masa sulit seperti sekarang."

"Oleh karenanya, kami berharap agar kompetisi musim ini tetap dilakukan dengan menggunakan sistem degradasi agar tercipta atmosfer kompetisi yang menarik, kompetitif, serta menghibur bagi penggemar sepakbola," tutup PSIM.

Sacara tidak langsung jika Liga 1 menggunakan format tanpa degradasi akan merugikan Liga 2. Pasalnya, slot promosi akan berkurang satu dari tiga menjadi dua.

Adapun musim berikutnya, Liga 1 akan dihuni oleh dua tim. Bertambah dua dari total sebelumnya 18.

Liga 1 tanpa degradasi telah dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI beberapa waktu lalu. Bahkan, rencana tersebut akan dibawa ke Kongres Tahunan yang akan berlangsung di Jakarta akhir Mei mendatang.

Baca Juga: Prediksi Levante Vs Barcelona: Head to Head, Peluang dan Skor

Komentar