alexametrics

Mengenang Ivan Toplak, Pelatih Jempolan yang Gagal bersama Timnas Indonesia

Irwan Febri Rialdi
Mengenang Ivan Toplak, Pelatih Jempolan yang Gagal bersama Timnas Indonesia
Ivan Toplak. (crvenazvezdafk.com)

Ivan Toplak bukan pelatih kaleng-kaleng. Tapi dia gagal ketika menangani Timnas Indonesia

Suara.com - Dunia sepak bola Tanah Air tengah berduka seiring kabar berpulangnya mantan pelatih tim nasional Indonesia asal Slovenia, Ivan Toplak.

Kabar berpulangnya Ivan Toplak beredar luas setelah media setempat, Dnevnik, memberitakan dirinya meninggal dunia pada usia 90 tahun di Maribor pada Senin (26/7/21) waktu setempat.

Kabar ini tak ayal memberi duka mendalam bagi setiap elemen sepak bola Indonesia, terutama bagi PSSI dan juga beberapa pelaku di lapangan Tanah Air.

Lewat akun Twitter, PSSI mengabarkan berpulangnya Ivan Toplak sembari melayangkan doa untuk mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut.

Baca Juga: Ketika Timnas Indonesia Tampil Memukau di Olimpiade Melbourne 1956

Mantan penggawa tim nasional Indonesia, Imran Nahumarury pun juga tak kelewatan melayangkan belasungkawa atas kepergian Ivan Toplak.

Ivan toplak pernah menjalani karier di sepak bola sebagai pemain dan juga menjadi pelatih. Semasa bermain, mendiang pernah membela tim-tim besar seperti Red Star Belgrade, Olimpija Ljubljana, dan Branik Maribor.

Setelah pensiun, Ivan Toplak juga pernah melatih beberapa klub seperti Red Star Belgrade dan California Clippers. Selain itu, mendiang juga melatih tim nasional Yugoslavia di berbagai kelompok umur hingga senior.

Di tanah kelahirannya tersebut, Ivan Toplak terbilang berprestasi di mana mendiang mampu membawa Yugoslavia menembus semifinal Euro U-21 di tahun 1980 dan mempersembahkan perunggu di Olimpiade 1984.

Pasca melatih Yugoslavia, Ivan Toplak berlabuh ke Indonesia pada 1991. Sayang, kebersamaannya dengan skuat Garuda tak bertahan lama karena mendiang dicap gagal bersama timnas Indonesia.

Baca Juga: Tunggu Vaksin Kedua, Jadwal Shin Tae-yong ke Indonesia Mundur Lagi

Lantas, bagaimana bisa pelatih top sekelas Ivan Toplak gagal bersama tim  nasional Indonesia?