alexametrics

Cetak Sejarah di Olimpaide Tokyo, Messi Jepang Tetap Merendah

Arief Apriadi
Cetak Sejarah di Olimpaide Tokyo, Messi Jepang Tetap Merendah
Penyerang Timnas Jepang, Takefusa Kubo melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Prancis dalam matchday ketiga Grup A sepakbola Olimpiade Tokyo 2020 di Yokohama International Stadium, Rabu (28/7/2021). Mariko ISHIZUKA / AFP.

Takefusa Kubo menjadi pesepakbola Jepang pertama yang bisa mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun di ajang Olimpiade.

Suara.com - Lionel Messi asal Jepang, Takefusa Kubo tetap bersikap rendah hati kendati berhasil mencetak sejarah spesial di Olimpiade Tokyo.

Takefusa Kubo menjadi pesepakbola Jepang pertama yang bisa mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun di ajang Olimpiade.

Torehan spesial itu dicatatkan Takefusa Kubo di babak penyisihan Grup A Olimpiade Tokyo di mana Jepang selalu meraih kemenangan dalam tiga laga.

Kubo selalu mencetak gol saat tim asuhan Hajime Moriyasu membungkam Afrika Selatan, Meksiko, dan Prancis, untuk melaju ke perempat final.

Baca Juga: Sempat Tampil Apik, Sprinter Indonesia Alvin Tehupeiory Gagal ke Semifinal Olimpiade Tokyo

Eks pemain Barcelona itu masing-masing mencetak satu gol dalam tiga laga yang dimainkan.

"Dalam setiap pertandingan sejauh ini, kami telah memilih apa yang perlu kami kerjakan dan mampu melakukan penyesuaian yang kami perlukan", kata Kubo di International Stadium Yokohama, pasca Jepang mengalahkan Prancis 4-0, Rabu 28 Juli lalu.

"Kami tidak hanya bangga dengan hasil tetapi juga penampilan kami. Kami telah meningkat setiap kali kami melangkah ke lapangan," tambahnya sebagaimana dilansir dari laman resmi Olympics.

Meski telah menorehkan sejarah, pemain milik Real Madrid itu menunjukan sikap dewasa di luar usianya. Dia coba merendah atas apa yang telah dirinya capai.

"Saya tidak terlalu memikirkannya. Saya kebetulan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat," beber Takefusa Kubo.

Baca Juga: Finis Terakhir, Alvin Tehupeiory Gagal ke Semifinal Olimpiade Tokyo

“Apakah itu saya atau siapa pun di tim, saya senang ketika kami mencetak gol. Adalah baik saya pernah membantu tim tetapi saya hanya berbicara di atas kemudi, roda penggerak di tangga tim."