alexametrics

Berkarier di Eropa Tak Mudah, Christian Pulisic Sempat Alami Stres

Arief Apriadi
Berkarier di Eropa Tak Mudah, Christian Pulisic Sempat Alami Stres
Penyerang sayap Chelsea, Christian Pulisic merayakan gol ke gawang Crystal Palace dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan ke-34, Rabu (8/7/2020) dini hari WIB. (Foto: AFP/Justin Tallis)

Merantau ke Eropa sedari usia muda nyatanya cukup berat untuk Christian Pulisic.

Suara.com - Winger Chelsea, Christian Pulisic mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami masalah mental dalam perjuangannya berkarier di tanah Eropa. Pesepakbola asal Amerika Serikat itu bahkan sampai mendatangi psikolog.

Christian Pulisic mengawali karier sepakbola profesional di Pennsylvania Classics. Dia kemudian hijrah ke Jerman untuk menimba ilmu di akademi Borussia Dortmund.

Merantau ke Eropa sedari usia muda nyatanya cukup berat untuk Pulisic. Sebelum sukses di Dortmund dan kini menjadi salah satu pemain andalan Chelsea, atlet 22 tahun itu tak menampik sempat mengalami stres.

Pulisic berbicara kesehatan mental atlet dalam channel YouTube Chelsea, di mana isu itu tengah menghangat setelah pesenam AS Simone Biles mundur dari Olimpiade Tokyo karena masalah tersebut.

Baca Juga: Profil Christian Pulisic, Winger Chelsea Cetak Sejarah di Liga Champions

“Ketika itu semua pada Anda, itu benar-benar terasa sangat berat. Secara pribadi, selama waktu ini, saya menghubungi terapis dan itu bukan sesuatu yang membuat siapa pun malu," kata Christian Pulisic dikutip dari Goal Internasional, Minggu (1/8/2021).

Menurut Pulisic, isu kesehatan mental atlet adalah hal penting. Setiap orang, termasuk olahragawan disebutnya perlu memerhatikan hal itu dan membicarakan keluh kesahnya kepada orang lain.

"Melepaskannya dari dada Anda, membicarakannya adalah sesuatu yang bisa sangat membantu," beber Pulisic.

"Secara pribadi, hidup sendirian di Eropa terkadang sulit. Memiliki seseorang yang selalu ada untuk diajak bicara sangat penting bagi saya, itulah yang membawa saya melewati waktu ini."

Pulisc melanjutkan dengan mengatakan bahwa rekan satu tim dan pelatihnya juga telah terbukti menjadi sistem pendukung yang luar biasa dengan banyak orang lain di sepakbola yang menghadapi emosi yang sama, terutama selama setahun terakhir.

Baca Juga: Christian Pulisic Ngebet Bela Timnas Amerika Serikat di Olimpiade Tokyo

"Menyingkirkan hal-hal dari dada Anda, berbicara dengan rekan tim dan pelatih Anda tentang hal itu - mereka juga orang-orang yang berurusan dengan hal-hal serupa sehingga ketika Anda melakukan percakapan itu, itu akan menjernihkan pikiran Anda dan merasa jauh lebih bebas setelah Anda bermain," beber Pulisic.

Komentar